KRIMINAL

Dua Tahun Buron, Husni Putuhena Akhirnya Menyerah di Kalibata City

Husni Putuhena koruptur dana tunjangan aparatur desa di Kabupaten Seram Bagian Barat senilai Rp 1,6 miliar dibekuk tim Intel Kejagung dan Kejaksaan Tinggi Maluku di Apartemennya di Kalibata City, Jakarta, Selatan Senin (7/5/2018)/Foto list

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Muhamad Husni Putuhena terpidana korupsi dana tunjangan aparatur desa di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) senilai Rp 1,6 miliar akhirnya dibekuk  tim gabungan dari Intel Kejagung dan tim dari Kejaksaan Tinggi Maluku.

Pelarian koruptor Husni putuhena akhirnya berakhir sudah. Sempat menghirup udara segar sebagai buronan selama dua tahun lamanya, Husni akhirnya diringkus di lokasi persembunyainya di sebuah apartemen di Kalibata City, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018).

Saat ditangkap, Husni diketahui hanya mengenakan baju kaos kutang dan bercelana pendek. Dia sempat kaget bukan kepalang saat tim dari Kejaksaan masuk dan langsung menyergapnya. Saat itulah Husni langsung di gelandang ke Kejasakaan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen, Kejagung RI, Jan S Maringka dalam keterangannya mengatakan, penangkapan terhadap Husni Putuhena dilakukan oleh tim gabungan dari dari Kejati Maluku dan tim intel Kejagung di apartemennya di kawasan Kalibata City.

“Tim intel Kejagung dan tim dari Kejati Maluku berhasil mengamankan DPO atas nama Muhamad Husni Putuhena di Kalibata City,”kata Maringka yang juga mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Selasa (8/5/2018).

Maringka mengatakan setelah ditangkap di apartemennya itu, Husni yang saat itu hanya mengenakan baju kaos kutang langsung memakai baju kaos hitam, selanjutnya dia langsung digelandang ke Kejari Jaksel untuk proses pemberkasan eksekusi.

Penangkapan terhadap buronan kasus korupsi ini dilakukan kejasaaan berdasarkan putusan kasasi Nomor 1783K/Pid.Sus/2015 tanggal 29 Agustus 2016.

Husni sendiri telah dijatuhi vonis hukuman sebesar 4,5 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana aparatur desa di Kabupaten SBB senilai Rp 1,6 miliar.

Selain hukuman kurangan badan, Husni juga ikut didenda sebesar Rp 250 juta serta membayar uang pengganti sebesar Rp 1,6 miliar subside 2 tahun kurungan penjara. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top