POLITIK

Edison: Yang Bilang Saya Bawa Nama Gereja Ke Politik Itu Orang ‘Nau-Nau’

Edison Betaubun ketiga dari kiri melambaikan tangannya kepada ribuan kader Golkar dalam rapat akbar Partai Golkar Kota Ambon di Sporthall Karang Panjang, Rabu (21/2/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Koorditaor Wilayah Indonesia Bagian Timur DPP Partai Golkar, Edison Betaubun mengungkapkan pidato politiknya terkait jabatan Sekretaris Daerah yang harus diisi oleh kader dari Gereja Portestan Maluku (GPM) merupakan bentuk primbangan dalam komposisi pemerintahan di Maluku kedepan.

Dia menuding munculnya beragam reaksi dan juga serangan dari sejumlah pihak atas pidatonya itu sebagai sebuah bentuk sikap kebodohan.

“Saya rasa mereka itu semua orang Bodok, ‘ Nau-Nau’, kira-kira salahnya dimana. Kalau Gubernurnya orang Islam maka saya meminta untuk sekdanya harus dari GPM lalu salahnya dimana,”kata Edison kepada waratwan, Jumat (23/2/2018).

Dia menyebut sebagai bentuk perimbangan, maka jabatan Sekretaris Daerah harus diisi oleh warga GPM, karena hal itu akan mencerminkan keadilan dan keseimbangan di Maluku.

Dia juga menuding jika rekasi sejumlah pihak yang menyerang pernyataannya itu berasal dari pendukung calon tertentu.

“Mereka itu hanya pendukung dari kandidat lain, makanya memberikan tanggapan yang tidak masuk akal seperti itu, bukan memberikan tanggapan sesuai dengan realita di lapangan. Kalau mereka berbicara sesuai realita bahwa jika gubernur Islam maka Sekdanya harus GPM, saya rasa mereka tidak bicara seperti itu,” paparnya.

Sebelumnya dalam pidatonya yang dinilai banyak pihak sangat kontroversi itu, Edison mengaku kalau Ketua Sinode GPM Maluku telah menyatakan dukungannya kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Said Assagaff-Anderias Rentanubun.

Dia juga mengaku bahwa Assagaff telah siap memberikan garansi kepada kader GPM untuk menduduki jabatan Sekda jika dia terpilih di Pilkada Maluku untuk periode kedua.

Sayangnya Ketua Sinode GPM enggan mengklarifikasi pernyataan dari Edison dalam pidatonya itu.

“Ketua GPM itu memang tidak mau menanggapi, sebab kalau dia tanggapi , nanti orang-orang di DPC yang tidak tahu apa-apa ini, akan mempermasalahkanya. Kalau mereka bikin masalah gara-gara urusan inkan, nanti bisa membuat malu GPM,” tegasnya. (SMH)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top