MALUKU

Empat ‘Mafia’ Gunung Botak Diadukan ke Polisi Terkait Ancaman Pembunuhan

Ketua KNPI Kabupaten Buru bersama sejumlah pimpinan OKP melaporkan empat orang warga terkait kasus ancaman pembunuhan ke Kantor POlres Pulau Buru, Sabtu (17/2/2018)
loading...

NAMLEA,SERAMBIMALUKU.com-Ketua LSM Parlemen Jalanan Kabupaten Buru, Ruslan Soamole alias Ucok bersama sejumlah pimpinan OKP dan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru resmi melaporkan empat orang warga yang diduga sebagai provokator di Jalur H kawasan Gunung Botak, Desa Wamsait, Kecmaatan Wailata, ke Kantor Polres Pulau Buru, Sabtu (17/2/2018).

Keempat warga yang dilaporkan itu yakni, Tomy Batuwael, Umar Nurlatu, Bagin Solissa, dan Abu Fua. Mereka dilaporkan ke polisi karena diduga telah  mengancam keselamatan, Ruslan Soamole yang saat itu bersama sejumlah pimpinan OKP dan DPRD Kabupaten Buru melakukan peninjauan di jalur H kawasan Gunung Botak pada Kamis (15/2/2018).

“Kami sudah melaporkan secara resmi saudara Tomy Batuwael, Umar Nurlatu, Bagin Solissa, dan Abu Fua ke Polres Pulau Buru terkait ancaman pembunuhan terhadap saya, bahkan ancaman terhadap lembaga,”kata Ucok kepada waratwan di Namlea, Sabtu sore.

Baca Juga:Warga Adat Pulau Buru Dukung Aparat Tertibkan Gunung Botak

Dia menjelaskan,  sebelum melakukan kunjungan ke kawasan Gunung Botak, dua hari sebelumnya pihaknya bersama OKP Cipayung sempat menggelar aksi untuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Buru. Aksi itu juga dihadiri oleh perwakilan masyarakat adat yakni Raja Kayeli bersama imam dan perangkatnya serta para kepala soa.

“Tetapi hal itu malah menjadi ancaman bagi kami, saat melakukan kunjungan ke stok file BPS, PIP dan SS. Mereka ini ternyata tidak mbukan masyarakat adat Kayeli, tapi mereka adalah masyarakat adat petuanan Leisela,”katanya.

Baca Juga:Puluhan Kali Ditutup, Gunung Botak Masih Jadi Surga Petambang Ilegal

Ucok membeberkan, aksi provokasi dan pengancaman yang dilakukan keempat warga tersebut diduga kuat untuk melindungi para pengusaha yang diduga selama ini memasukan mercuri dan sianida untuk  kepentingan aktivitas penambangan illegal di kawasan Gunung Botak.

“Kami menduga kuat mereka ini membecup para pengusaha yang bermain dengan mercuri dan sianida di Gunung Botak.  Kalau tidak mengapa mereka harus menghalangi aparat TNI Polri dan melakukan penghadangan,”bebernya.

Hamdani menambahkan pihaknya sangat mendukung upaya penertiban kawasan Gunung Botak dari berbagai aktifitas ilegal, karena hal itu secara tegas telah diintruksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Sangat jelas intruksi Presiden Joko Widodo tidak boleh ada mercuri dan sianida di Gunung Botak, nah mereka ini melawan pemerintah,”ujarnya.

Dia pun meminta agar kasus pengancaman tersebut dapat ditangani secara professional oleh aparat kepolisian sehingga kasus tersebut dapats egera tuntas,”Saya minta aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini,”pintanya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Buru, Hamdani Jafar mengatakan pihaknya mendukung penuh aparat kepolisian dalam menuntaskan kasus pengancaman tersebut.

“Harapan kami polisi segera memanggil keempat orang itu untuk diproses dan dimintai pertanggung ajwabannya,”katanya.

Dia mengaku terkait kasus tersbeut, KNPI sangat mendukung upaya pemerintah daerah dan aparat TNI Polri untuk membersihkan Gunung Botak dari peredaran mercuri dan sianida. Sebab kata dia penggunaan zat berbahaya itu sangat mengancam lingkungan dan juga keselamatan masyarakat.

“Posisi KNPI dalam hal ini tidak membela perusahan manapun, posisi kami jelas berkomitmen terhadap amsalah lingkungan, karena kondisi di Gunung Botak saat ini snagat memprihatinkan, ada banyak rendaman dan tong disana,”ungkapnya.

Dia pun mendesak aparat berwenang agar dapat menghentikan peredaran mercuri dan sianida di kawasan tersebut, selanjutnya menertibkan sejumlah pihak yang kerap mengatasnamakan masyarakat adat untuk kepentingan terselubung.

“Jangan lagi ada pihak yang mengatasnamakan masyarakat adat untuk kepentingan sesaat. Gunung Botak harusnya menjadi berkah bukan menjadi musibah,”ujarnya.

Sehari sebelumnya, Kapolres Pulau Buru, AKPB Aditya B Satrio mengaku jika sejumlah oknum yang terlibat dalam aksi penghadangan aparat dan LSM serta anggota DPRD di Desa Wamsait bakal diproses secara hukum.

“Mereka-mereka ini telah mengarah sebagai tersangka,”ujarnya.

(SMH)

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top