by

Gelar Pelatihan Multilevel Facilitating Phisikologi, Polda Maluku Hadirkan dua Pakar dari UGM

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Untuk mencegah terjadinya tindakan pelanggaran disiplin maupun pidana yang dilakukan personil Polri, Polda Maluku menggelar pelatihan phisikologi atau Multilevel Facilitating, Rabu (4/9/2019).

Kegiatan yang berlangsung di Ambon ini diikuti sebanyak 30 personel Polri dan menghadirkan langsung dua pakar phisikologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yakni, Prof. Johana Endang Prawitasari, dan Lucia Peppy Novianti.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol, Teguh Sarwono dan sejumlah pejabat utama Polda.

Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Teguh Sarwono melalui Kabid Humas, Kombes Pol. Mohamad Roem Ohoirat menjelaskan, pelatihan phisikologi atau Multilevel  Facilitating merupakan sebuah terobosan baru yang dilakukan oleh bagian phisikologi Biro SDM Polda Maluku.

“Kegiatan pelatihan phisikologi atau Multilevel Facilitating, melibatkan 30 personil perwakilan dari seluruh Satker. Kegiatan ini sangat penting bagi bagi seluruh personil Polri, khususnya Polda sebab tantangan tugas kedepan sangat dinamis dan semakin kompleks, maka phikologis juga sangat dibutuhkan bagi setiap personil,”kata dia.

 Menurutnya, jumlah personil Polda Maluku saat ini  mencapai lebih dari 4000 orang, merupakan jumlah yang cukup banyak dan sangat mungkin terjadi permasalahan-permasalahan phisikologi. Apalagi sampai  berimbas pada pelaksanaan tugas kepolisan.”Persoalan phiskologi ini sangat sensitif ketika

dihadapi anggota Polri khususnya Polda Maluku. Kita (Polda) minim orang (phisikologi) termasuk konsultan phisikologi, untuk menghadapi pemasalahan phisikologi anggota. Sementara kita juga dituntut untuk harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,”ujarnya.

Ditambahkan, polisi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, harus ramah, tepat, dan cepat, dengan menggutamakan kepentinagn masyarakat. Menempatkan masyarakat sebagai mitra serta memberikan kepuasan kepada masyarakat.

“Pelayanan prima bukan hanya sekedar teknis pelayanan yang dikedepankan, tetapi juga aspek phisikologi itu sangat penting. Terutama pelayanan diperlukan untuk mengenali emosi diri sendiri, emosi orang lain yang selalu dilandasi dengan empati,”paparnya.

Diharapkan, melalui pelatihan ini personil polri harus mampun mengendalikan diri saat menjalankan tugas sebagai pelayan, pengayom, pelindung masyarakat dan sebagai aparat penagak hukum.

Sementara itu, Kabag Phisikologi Biro SDM Polda Maluku, AKBP Sudartomo menjelaskan, pelatikan tersebut sebagai langkah strategis dalam menghadapi permasalahan phisikologi personil Polda Maluku.

“Kita melatih para anggota dari perwakilan satuan kerja  di polda Maluku, untuk menjadi tenaga konselor phisikologi untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan personil di Satker masing-masing, sehingga tidak berkembang menjadi pelanggaran berat seperti yang sering kali terjadi,”jelas ketua panita pelaksanakan kegiatan tersebut.

Sudartomo mencontohkah, bila ada personil yang sering tidak apel, maka konselor ini melakukan pendekatan untuk memberikan pendampingi phisokolgi guna mencegah hal tersebut yang berdampak besar.

“Antisipasi yang sampai malas apel pagi karena ada persoalan lain, apalagi sampai pada tingkat kekerasan baik terhadap orang lain, maupun dalam rumah tangga, khusus bagi personil yang sudah berkeluarga, termasuk juga desersi dan pelanggaran lainnya,”beber dia. (SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI