by

Gubernur Sindir Politik Anggaran yang tidak Berpihak ke Maluku

loading...

AMBON,KOMPAS.com-Gubernur Maluku, Said Assagaff mengeluhkan adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat kepada wilayah Maluku yang berciri kepulauan.

Menurut Said distribusi anggaran yang masih menggunakan pendekatan politik anggaran dengan mengedepankan paradigma kontinental sangat merugikan Maluku yang merupakan daerah kepulauan.

“Hal ini perlu kami sampaikan kepada ibu menteri keuangan, diakui ataukah tidak bahwa keterbatasan anggaran itu mungkin saja masih bersandar apda politik kebijakan anggaran yang masih berkutat dengan paradigma pembangunan kontinental atau daratan,”ungkap Said saat pengresmian Dermaga TNI AL di kawasan Lateri, Ambon, Rabu (9/1/2019).

Said mengaku pendekatan kontinental dalam penerapan politik anggaran tentu akan merugikan daerah yang berciri kepulauan. Padahal kata dia justru daerah kepulauan memiliki tantangan pembangunan yang sangat sulit.

“Mungkin laut belum banyak di perhitungkan untuk mengkalkulasikan anggaran kalaupun ada mungkin terbatas pressentasenya, padahal justru kami di daerah Maluku dan juga provinsi lain yang berciri kepulauan yang sehari-hari berhadapan dengan laut, menghadapi tantangan yang jauh lebih besar tapi punya sumber daya yang jauh lebih kecil,”bebernya.

Dia menyebut dominasi dan orientasi pembangunan kontinental selama ini secara sistematis sangat berpengaruh pada semua bidang pembangunan terutama di bidang sosial, ekonomi pendidikan dan sosial di Maluku.

“Karena itu jangan heran masih banyak masyarakat Maluku yang tertinggal di bidang ekonomi pendidikan dan kesehatan dan ini bukanlah kelemahan kapasitas di tingkat lokal tapi merupakan salah satu dampak sistemik paradigma dan politik anggaran yang berbasis kontinental tersebut,”ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indarwati mengatakan komitmen Presiden Joko Widodo untuk terus mebangun Indonesia terutama dari daerah pinggirian dan seluruh wilayah yang selama ini tertinggal sangat tinggi.

“Tadi bapak gubernur menyampaikan betapa pentingnya politik pembangunan dan politik anggaran, saya menangkap perbedaan yang sangat kaya di republik Indonesia, ada dimensi kontinental namun juga ada dimensi kepulauan dan saya sebagai menteri keuangan sudah sangat sering mendengarkan aspirasi untuk daerah kepulauan agar bisa direpleksikan dalam politik anggaran dan politik pembangunan,”ungkapnya.

Dia mengungkapkan sejauh ini pemerintah telah berupaya memalui berbagai cara untuk bisa menjawab berbagai kebutuhan daerah-daerah di Indonesia dengan memberikan sentuhan dan perhatian yang berkeadilan.

“Salah satu instrument yang diharapkan oleh bapak gubernur dari sisi politik anggaran yaitu melalui dana transfer daerah yang dalam hal ini akan terlihat dari sisi formula tidak hanya berdasarkan jumlah penduduk tapi juga luas wilayah tidak hanya darat tapi juga laut,”katanya.

Dalam kesempatan itu Sri Mulyani pun mengaku bahwa transfer anggaran dari pemerintah pusat ke Maluku dalam rangka penyelenggaraan pembangunan terus mengalami peningkatan, baik Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) mapun dana bagi hasil.

“Kita juga masih memberikan dalam bentuk bagi hasil yyang tadi pak gubernur bilang masih ada kekurangan nanti kita lihat di GBH pajak,”sebutnya. (SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI