MALUKU

HMI Siap Dorong Peralihan Status IAIN Ambon ke UIN

Mantan Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir didampingi Ketua Umum HMI terpilih Saddam Aljihad saat memberikan cinderamata kepada Rektor IAIN Ambon, DR Hasbollah Toisutta dalam acara penutupan dan syukuran Kongres HMI ke-33 di Aula IAIN Ambon, Selasa (27/2/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terpilih, Respiratori Saddam Al Jihad, menyatakan HMI siap membantu percepatan proses alih status kampus IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Peralihan IAIN Ambon ke UIN dan Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Ambon ke Institut Agama Kristen Protestan (IAKP) sebelumnya telah menjadi rekomendasi dalam  pelaksanaan Kongres HMI ke-30 di Auditorium Unicersitas Pattimura Ambon.

“Mari kita sama-sama perjuangkan. Itu hasil atas rasa terima kasih terselenggaranya Kongres di Kota Ambon,” kata Saddam saat menyampaikan sambutannya dalam acara penutupan Kongres ke-30 dan Musyawarah Nasional Korps HMI-Wati (Munasko) ke-23 yang dilangsungkan di ruang Aula Rektorat IAIN Ambon, sebagaimana dilansir dari kongreshmixxx.com, Rabu (28/2/2018).

Saddam mengakui, jika alih status IAIN Ambon ke UIN merupakan salah satu hasil rekomendasi Kongres, maka sudah menjadi kewajiban rekomendasi itu harus diamankan.

Dia pun meminta pihak IAIN Ambon agar dapat menyelesaikan sejumlah syarat untuk mendukung alih status tersebut, sebagaimana yang diinginkan oleh Kementerian Agama RI.

“Misalnya ada beberapa fakultas yang umum. Contohnya seperti Ekonomi Syariah itu harus dipisahkan dulu, dan lainnnya,” ucap alumunus Universitas Padjajaran Bandung itu.

IAIN Ambon mempunyai tiga fakultas yakni Fakultas Syariah dan Ekonomi Isalam, Ushuluddin dan Dakwah, dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam.

Selanjutnya,Saddam mengimbau kepada pihak kampus untuk melakukan pemisahan fakultas umum yang ada, agar IAIN memenuhi persyaratan internal untuk alih status.“Persyaratan menuju UIN harus diselesaikan dulu,” katanya.

Dia menjelaskan jika semua syarat itu sudah selesai, maka upaya mendorong ali status IAIN Ambon menjadi UIN akan semakin mudah karena telah memenuhi persyaratan. “Artinya di bawah harus dijalankan, sedangkan di atas harus dilakukan,” ujar Al Jihad.

Sementara itu Rektor IAIN Ambon, Hasbollah Toisutta, menyampaikan terima kasihnya kepada pihak HMI yang telah memasukan alih status IAIN dalam poin rekomendasi Kongres tahun ini.

“Saya bersyukur dan berterimakasih pada teman-teman HMI. Maaf saya lupa menyampaikannya di sekapur sirih tadi,” ujar Toisutta.

Seperti dikatahui, Badan Koordinasi (Badko) HMI wilayah Maluku-Maluku Utara telah memasukan sejumlah isu penting daerah Maluku dalam poin rekomendasi eksternal saat pembahasan Komisi III. Poin rekomendasi itu resmi disahkan dalam sidang paripurna Kongres ke-30 HMI pada, Ahad subuh, 25 Februari 2018 di gedung Auditorium Universitas Pattimura Ambon.

Kongres ke-30 dan Munasko ke-23 HMI secara resmi ditutup oleh Presidium KAHMI Maluku, Muhammad Al-Mahdali. Turut hadir dalam acara tersebut keluarga besar HMI, perwakilan TNI-Polri, Pemda Maluku dan Pengurus KNPI Maluku. Dalam acara itu, Ketua Umum Demosioner Mulyadi P. Tamsir juga ikut menyerahkan cendera mata berupa logo HMI kepada rektor IAIN Ambon. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top