KRIMINAL

Intimidasi Waratwan, Said Assagaff Dilaporkan ke Polisi

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Abul Karim Angkotasan dan waratwan Harian Rakyat Maluku, Sam Usman Hatuina saat melaporkan perbuatan intimidasi yang dilakukan calon gubernur Maluku Said Assagaff ke Polda Maluku, Kamis malam (29/3/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Sejumlah wartawan di Kota Ambon diintimidasi habis-habisan hingga dipukul oleh oknum tim sukses calon gubernur Maluku saat sedang nongkrong di warung kopi Lela di Jalan Sam Ratulangi Kota Ambon, Kamis petang (29/3/2018) sekira pukul 17.40 WIT.

Salah satu pelaku penganiayaan diketahui bernama Abubakar Marasabessy alias Abu King. Saat itu pelaku ikut memukuli Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Abdul Karim Angkotasan sebanyak dua kali dibagian wajahnya.

Sementara sejumlah waratwan lainnya nyaris dihajar orang-orang dekat Said Assagaff, beberapa wartawan bahkan dicekik lehernya dan diancam serta diintimidasi.

Kejadian itu terjadi saat waratwan Harian Rakyat Maluku, Sam Usman Hatuina mencoba mendokumentasikan calon gubernur Maluku Said Assagaff yang ketika itu sedang ngopi sambil ngobroil bersama sejumlah pejabat daerah Maluku di rumah kopi tersebut.

Sejumlah pejabat daerah Maluku yang saat itu sedang ngopi bersama Said Assagaff itu antara lain, Kepala Dinas  (Kadis) Pendidikan Provinsi Maluku, M Saleh Thio, Kadis Kehuatanan, Sadli Ie, Kepala Dinas  Pekerjaaan Umum, Ismail Usemahu, dan sejumlah pejabat lainnya, dan juga Staf Ahli Gubernur, Husain Marasabessy.

Kumpul bareng pejabat daerah yang notabenenya adalah ASN dengan calon gubernur Maluku itu juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Maluku, Hamin Bin Thahir.

Melihat suasana itu, Sam lalu mencoba mendokumentasikan para pejabat ASN dan Said Assagaff yang sednag ngopi sambil ngobrol bersama itu. Sayangnya aksinya itu dilihat oleh Husain Marasabessy yang langsung membentaknya.

“Saat itu saya langsung dibentak oleh Kepala Keuangan Provinsi Maluku yang kebetulan duduk disamping Pak Said Assagaff,”akunya kepada waratwan,”Kamis malam (29/3/2018).

Dia mengaku disaat yang bersamaan, Calon Gubernur Said Assagaff spontan ikut membentaknya dan  meminta dia menghapus foto yang diambilnya itu.

“Woe ose (anda) kanapa foto, ose hapus foto itu beta (saya) disini seng (tidak) kampanye beta disini minum kopi saja. Jangan main-main dengan beta ee, ose kira beta takut ose ka,”kata Sam meniru sikap arogan Assagaff kepadanya saat itu.

Tak hanya meminta Sam menghapus foto yang diambilnya itu, Said yang emosi juga memerintahkan salah seorang tim suskesnya untuk merampas hanphone yang digunakan Sam untuk mengabadikan gambar tersebut.

“Pak Assagaff meminta salah satu tim suskes untuk mengambil hanphone dari Sam, saat itu orang yang disuruh Pak Said itu  langsung datang merampas hanphone yang dipegang Sam,”kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Abdul Karim Angkotasan.

Melihat kondisi itu, Abdul Karim yang tidak terima rekannya seprofesi diperlakukan secara kasar langsung bereaksi dengan nada kesal. Saat itulah Abu King bersama sejumlah orang suruhan Said Assagaff langsung datang menghampirinya dan menghajarnya.

“Saya dipukili dua kali dibagian wajah oleh orang suruhan Pak Said Assagaff,”kata Abdul Karim di Polda Maluku.

Kasus ini sendiri secara resmi telah dilaporkan ke Polda Maluku, adapun sejumlah pihak yang dialporkan itu adalah Said Assagaff, Husain Marasabessy dan juga Abu King.

Abdul Karim menejelaskan,  dia terpaksa berekasi setelah rekannya Sam Hatuina didatangi oleh salah satu pendukung calon gubernur Said Assagaff dan langsung membentak dan merampas hanphone yang dipegang oleh rekannya itu.

“Saya tanya kepada ada apa, tiba-tiba saya didatangi oleh para pendukung Said Assagaff dan salah seorang dari mereka memukuli saya sebanyak dua kali,”terang wartwan liputan6.com ini.

Dia meminta polisi agar segera memproses kasus yang menimpa dirinya dan beberapa orang rekannya itu termasuk pelaku yang telah menganiayanya,”Kami minta kasus ini segera ditindaklanjuti,”pintanya (SMJ)

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top