OPINI

Isu Sara dan Hoax Menjelang Pilkada Maluku 2018

Kabid PU HMI Cab. Ambon, M. Idris Rumodar

Oleh: M. Idris Rumodar ( Kabid PU HMI Cab. Ambon)

Isu sara dan hoax merupakan dua hal yang sangat berpengaruh negatif pada kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kalau diperhatikan secara seksama terjadinya Isu sara dan hoax karena hanya disebabkan oleh faktor kepentingan, katakanlah faktor ekonomi, sosial, budaya dan politik.

Salah satu faktor yang paling mendominasi sehingga terjadinya isu sara dan hoax adalah faktor politik itu sendiri, secara kasat mata baik nasional maupun daerah kita mengalami hal yang sama.

Di Indonesia ada beberapa propinsi yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak 2018 bulan juni mendatang. Dan hal ini kalau kita perhatikan akhir-akhir ini begitu banyak peristiwa atau kejadian yang menyangkut dengan persoalan isu sara dan hoax itu sendiri.

Oleh sebab itu, salah satu esensi yang sangat penting ketika berbicara soal isu sara dan hoax ialah tentang bagaimana menjaga Toleransi dan Kerukunan umat beragama.

Karena kehidupan kerukunan umat beragama merupakan fitrah kehidupan yang seharusnya di syukuri oleh setiap individu, kelompok maupun golongan terutama yang memiliki perbedaan dalam arti suku, ras, agama dan budaya.

Memahami sebuah prinsip dan nilai toleransi untuk menjaga keberadaan antara umat beragama juga merupakan tugas dan tanggungjawab suci yang menjadi sebuah keharusan utnuk dilakukan oleh setiap manusia yang ada di muka bumi ini.

Ada empat hal yang paling mendasar, sehingga membuat kita untuk menjaga dan merawat kerukunan, toleransi antar umat beragama. yakni, menjaga nilai-nilai kemanusian, menjaga nilai-nilai kebudayaan, menjaga kemasyarakatan dan kenegaraan kita dan menjaga nilai-nilai kehidupan beragamayang sesuai dengan amanat pancasila.

Pilkada maluku 2018 merupakan momentum pesta demokrasi yang sangat berpengaruh untuk menentukan gubernur dan wakil gebernur bagi propinsi maluku dan harapannya adalah membawa maluku yang lebih sejahtera aman dan damai untuk orang hidup basodarayang lebih baik.

Beranjak dari pendasaran diatas bahwa, perlu untuk kita sadari akhir-akhir ini banyak terjadi peristiwa atau masalah yang terjadi di sekitar kita, salah satu diantaranya adalah mengenai Isu polotik sara (hoax) pada Pilkada Serentak 2018.

Perlu untuk diketahui bahwa, begitu banyak berita-berita bohong (hoax) yang sangat cepat mempengaruhi pemikiran sebagian masyarakat kita yang pada akhirnya akan berdampak pada konflik yang tidak diinginkan.

Bagi saya hoax  merupakan salah satu strategi atau unsur yang sangat penting dan digunakan oleh para penguasa / elit politik atau orang yang mempunyai kepentingan untuk mencapai sebuah tujuan, cita-cita yang mereka inginkan.

Momentum Pilkada serentak 2018 adalah salah satu momentum amat sangat penting bagi para elit politk/penguasa, yang kemudian mendorong masyarakat  untuk berpesta dalam momentum itu yang kemudian kita kenal dengan istilah ‘’Demokrasi’’.

Masyarakat semestinya mempunyai nalar pemikiran yang jernih untuk melihat realitas atau fakta dilapangan menyongsong pesta pilkada 2018. Mengapa saya menyatakan demikian, karena akhir-akhir ini yang sering kita alami adalah adanya berita-berita tidak benar  yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggunjawab.

Isu politk sara dan hoax merupakan sebuah rekayasa yang sengaja di bangun oleh para oknum-oknum yang berkepentingan dan kalau juga mau dikatakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, karena prinsip dasar daripada isu politik sara itu sendiri adalah bagaimana mengupayakan informasi yang  didesain kemudian itu bisa tercapai atau kesan informasi yang disampaikan bisa di dapat oleh khalayak.

Secara sederhananya ada banyak cara yang mereka lakukan untuk bagaimana mendapatkan target atau sasaran yang diinginkan.

Maka dari itu, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana kita menjaga eksistensi antara toleransi kerukunan umat beragama dengan cara menyuarakan/mensosialisasikan diberbagai media (Cetak dan Online). Agar isu sara  yang tersebar bisa ditapis oleh para kalangan masyarakat kita dengan baik.

Maluku merupakan salah satu provinsi yang akan melaksanakan Pilkada 2018 dan Maluku juga merupakan daerah rawan konflik yang akhir-akhir ini kita amati secara bersama di sebagian titik ataupun lokasi yang ada di kota Ambon dan arus informasi terjadi begitu cepat di kalangan masyarakat.

Salah satufaktor utama yang sangat mendorong adalah adanya momentum pilkada serentak 2018. Sebagai masyarakat yang bijak sudah seharusnya mempunyai konsep atau pemahaman tentang isu politik sara itu sendiri, agar supaya informasi yang tersebar di kalangan masyarakat bisa dibedakan mana yang mengandung hoax atau yang betul-betul informasi yang valid.

Dan hal ini juga menjadi perhatian serius bagi semua pihak maupun kalangan yang mempunyai tanggung jawab dalam hal menyangkut dengan masalah kemanusian, kebudayaan dan keagamaan.

Oleh sebab itu, salah satu factor utama yang harus kita dukung secara bersama adalah adanya kampanye atau sosialisasi dari semua pihak mengenai adanya ”Toleransi Antara Umat Beragama” agar apa yang menjadi perhatian kita bersama selama ini bisa terwujud.

Kita sendiri sadari bahwa, Maluku terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan budaya yang berbeda, yang saling memahami, menjaga, menghormati, merawat toleransi dan kenyamanan yang lebih harmonis.

Olehkarena itu, untuk kita mengetahui dan memahami kehidupan orang Maluku itu sendiri, semestinya kita menengok kebelakang atau kembali kepada sejarah kehidupan orang Maluku, ada banyak hal peristiwa atau fakta sejarah yang sangat penting untuk kita ambil sebagai pelajaran atau hikmah untuk menjadi pegangan kehidupan saat ini dan kehidupan yang akan datang.

Pada dasarnya, ketika kita baca di berbagai literature tentang ‘’sejarah kehidupan orang Maluku’’pasti kita menemukan tentang adanya kata objek yang bersifat menjelaskan tentang watak alam dan watak masyarakatnya yang khas.

Hal ini yang kemudian mengajarkan kita tentang bagaimana berkehidupan gotong royong yang baik, saling menghormati, saling member dan saling menjaga lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, ini  yang seharusnyamenjadiperhatian semangat/spirit perjuangan kita secara bersama untuk menjunjung tinggi nilai kehidupan leluhur kita.

Isu sara dan hoax  menjelang Pilkada Maluku juni 2018  menjadi tugas dan tanggung jawab lembaga, Okp/Okpi dan ormas adalah bagaimana menyikapi persoalan yang terjadi di lingkungan kita hari ini, agar apa yang menjadi tujuan ataucita-cita kita secara bersama bisa terjuwud dengan damai.

Karena tidak dipungkiri bahwa, persoalan yang terjadi akhir-akhir ini bisa dilakukan dari dalam internal kita sendiri, yakni pihak-pihak yang terlibat dalam momentum Pilkada Maluku juni 2018 dan dengan melakukan berbagai Isu maupun cara untuk memenangkan pesta pilkada Maluku 2018.

Saya tidak menyinggung siapa pun dalamhal ini, namun inilah realitas yang terjadiakhir-akhir ini. Dengan demikian, hanya ada satu kata, satu tujuan dan satu cita-cita secara bersama adalah bagaimana kita mempunyai kesadaran penuh yakni kesadaran pribadi dan kesadaran kolektif untuk memerangi hoax yang terjadi pada akhir-akhir ini.

Hanya kita sendirilah yang menciptakan toleransi, kerukunan, kedamaian dan keharmonisan hidup orang basudara. Olehnya itu, marilah kita merawat dan menciptakan toleransi kerukunan umat beragama yang baik antara sesama kita. (***)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top