MALUKU

Kawal Penanganan Kasus Pengeroyokan di Gunung Botak, Warga Kayeli Temui Kapolres

Kapolres Pulau Buru, AKBP Aditya Budi Satrio

NAMLEA,SERAMBIMALUKU.com-Sejumlah warga adat Kayeli, Kabupaten Buru, Rabu (18/4/2018) menemui Kapolres Pulau Buru, AKBP Aditya Budi Satrio di ruang kerjanya untuk mempertanyakan penanganan kasus penganiayaan yang menimpa seorang warga Kayeli, Iwan Tarmun di kawasan Gunung Botak pekan lalu.

Warga adat Kayeli yang datang menemui Kapolres itu dipimpin langsung Raja Kayeli, Abdullah Wael. Selain warga adat, Ketua LSM Parlemen Jalanan, Kabupaten Buru, Ruslan Soamole alias Ucok juga ikut mendampingi rombongan saat kunjungan ke Polres Buru tersebut.

Dihadapan Kapolres, Raja Kayeli Abdullah Wael meminta agar polisi dapat segera memproses kasus penganiayaan terhadap warganya itu dan segera menangkap pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kedatangan kami kesini ingin meminta agar pelaku penganiayaan dapat ditangkap dan diproses hukum,”kata Abdullah Wael.

Warga adat ini meminta agar polisi bersikap transparan dan segera mengusut tuntas kasus tersebut sehingga ada rasa keadilan bagi keluarga korban. Mereka juga mempertanyakan sejauhmana penanganan kasus tersebut karena hingga saat ini mereka menilai belum ada langkah serius oleh Polres Buru.

“Kasus ini sudah resmi dilaporkan, namun penanganannya tidak berjalan maksimal sehingga kami menanyakan ini langsung kepada Bapak Kapolres sudah sejauh mana penanganannya,”kata Ruslan Soamole.

Dia pun berjanji pihaknya akan terus mengawal penanganan kasus tersebut hingga kasus pengeroyokan tersbeut tuntas di pengadilan,”Kita akan kawal hingga tuntas,”tegasnya.

Selain menanyakan penanganan kasus pengeroyokan terhadap Iwan Tarmun, para warga adat ini juga menanyakan soal sejumlah masalah lainnya yang terjadi di Gunung Botak termasuk maraknya peredaran mercuri dan bahan bakar minyak bersubsidi yang dipasok secara bebas ke kawasan tambang illegal tersebut.

Terkait masalah itu, Kapolres Pulau Buru, AKBP Aditya Budi Satrio mengaku pihaknya pada prinsipnya akan tetap memproses kasus tersbeut, meski selama ini sejumlah kasus penganiayaan yang terjadi di Gunung Botak antarpenambang kerap diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kita akan proses tapi memang biasanya selalu diselesaikan secara kekeluargaan, jadi nanti kita lihat perkembangannya,”ujarnya.

Selain mendatangi Kapolres, warga adat Kayeli ini juga sebelumnya mendatangi markas kompi Brimob di Namlea yang hanya berjarak beberapa meter dari Polres setempat.

Kasus pengeroyokan terhadap Iwan Tarmun yang terjadi di Gunung Botak pada pekan lalu itu, sempat memicu ketegangan antarpenambang hingga saling bakar camp penambang. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top