MALUKU

Kejar-Kejaran di Laut, Polisi Tembak Kapal Pengangkut Tiga Ton Batu Cinnabar

Longbiat pengangkut tiga ton batu cinnabar yang sempat ditembak polisi kini diamankan di pesisir laut Tantui, Ambon, Selasa (20/3/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Tim Reskrimum Polda Maluku berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tiga ton batu cinnabar yang akan diselundupkan ke Sidrap, Sulawesi Selatan di perairan Dusun Uhe, Desa Iha, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Longboad yang mengangkut tiga ton materil batu cinnabar itu baru berhasil ditangkap setelah polisi mengeluarkan tembakan peringatan dan akhirnya menembak kapal tersbeut hingga bocor.

“Kita terpaksa menembak kapal yang digunakan para pelaku karena speedboat yang digunakan polisi kalah laju dari loangboat yang digunakan pelaku,”kata Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Gupuh Setiyono kepada waratwan di kawasan Mako Brimob Polda Maluku, Selasa (20/3/2018).

Dia mengatakan, dalam penangkapan itu polisi sempat saling kejar-kejaran dengan longboat tersebut. Menurutnya polisi terpaksa menembak kapal tersebut karena tidak juga berhenti saat polisi mengeluarkan tembakan peringatan.

“Kami sempat kejar-kejaran di laut, kalau lihat barang bukti kapal fiber itu ada lubang karena kita beri peringatan tidak mau berhenti makanya kita tembak, itu kapalnya sampai bocor,”sebutnya.

Selain menangkap kapal berisi tiga ton batu cinnabar, polisi juga berhasil mengamankan tujuh orang pelaku yakni RS, S, MIK, MYR, SK, HK, AK. RS sendiri kata dia merupakan pelaku utama dalam kasus penyelundupan tersbeut.

“Kalau RS ini adalah pelaku utama dia adala pendana, dia ini sudah tiga kali menyelundupkan batu cinnabar ke Sulawesi Selatan, sedangkan tiga nama terakhir ini masih saudara,”katanya.

Penangkapan terhadap tiga ton batu cinnabar bersama tujuh orang pelaku ini terjadi di perairan Dusun Uwe, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat pada Senin (19/3/2018) sekira pukul 02.00 WIT.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita longboat yang digunakan para pelaku untuk menyelundupkan batu cinnabar tersebut dan sejumlah buku tabungan, ATM serta hanphone milik para pelaku.

Menurut Gupuh, para pelaku dijerat dengan pasal 158 dan 161 Undang-undnag RI Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara ancaman hukuman 10 tahun dan denda 10 miliar.
“Para pelaku terancam dihukum penjara maksimal 10 tahun,”katanya. (SMH)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top