MALUKU

Kepala Pemuda Kaiely ‘Main’ di Gunung Botak, Kapolres Diminta Tindak Tegas

Kepala Pemuda Deaa Kaiely Abdullah Bin Jumat bersama dua penambang ilegal sedang duduk di sebuah tenda di kawasan Gunung Botak

NAMLEA,SERAMBIMALUKU.com-Kepala Pemuda, Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Abdullah Bin Jumat diduga ikut terlibat dalam aksi penambangan illegal di kawasan tambang emas Gunung Botak.

Kuat dugaan Abdullah juga memiliki tiga bak rendaman untuk pengolahan emas secara ilegal di kawasan tambang tersebut.

“Kepala Pemuda Desa Kaiely memiliki tiga bak rendaman di Gunung Botak, dia ikut bermain disana,”kata Ketua Parlemen Jalanan Kabupaten Buru, Ucok Soamole kepada waratwan, Rabu (24/4/2018).

Menurut Ucok polisi harus mengambil tindakan tegas terhadap Abdullah, sebab apa yang dilakukan oleh Abdullah merupakan pelanggaran yang tidak bisa ditolerir. Apalagi pengelolaan emas dengan menggunakan sistem rendaman menggunakan zat kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga.

“Kami minta Kapolres Pulau Buru dapat menindak tegas Kepala Pemuda Desa Kaiely, ini jelas merupakan perbuatan melawan hukum,”katanya.

Dia mengancam jika Kapolres Pulau Buru tidak menindak Abdullah, maka pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke Polda Maluku untuk ditindaklanjuti.

“Kalau Kapolres tidak mau melihat kasus ini, kami akan laporkan langsung ke Kappolda Maluku, sebab kami juga menduga Abdullah ini semacam dipelihara,”katanya.

Selain meminta Kapolres untuk mengambil tindakan tegas, Ucok yang selama ini kosern terhadap maslaah keruskaan lingkungan di Gunung Botak itu juga mendorong Bupati Buru, Ramly Umasugi agar dapat mendesak Kepala Desa Kaiely mencopot jabatan Abdullah sebagai kepala pemuda desa setempat.

“Kami juga meminta kepada Pak Bupati agar dapat medesak kepala desa mencopot jabatan Abdullah sebagai kepala pemuda,”katanya.

Bak rendaman milik Kepala Pemuda Kaiely di kawasan Gunung Botak

(SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top