MALUKU

Keren! Seleksi Anggota Polri di Maluku Gunakan CCTV dan Alat Ukur Digital

Seleksi calon Anggota Taruna dan Taruni Polri tahun 2018 oleh Polda Maluku

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Seleksi penerimaaan calon anggota Polri tahun 2018 yang saat ini berlangsung di Polda Maluku patut diapresiasi.  Pasalnya untuk tahun ini proses seleksi calon anggota Polri dipantau langsung melalui CCTV.

Tak hanya itu penitia juga menggunakan alat pengukur digital sehingga hasil ukur setiap calon anggota Polri yang mengikuti seleksi akan terbaca dengan sangat jelas. Penggunaan kamera CCTV dan alat ukur digital ini sengaja dilakukan untuk memastikan pelaksanaan seleksi anggota Polri di Polda Maluku berjalan dengan transparan.

Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budi Revianto, kepada Wartawan, Selasa (8/5/2018), menjelaskan penggunaan alat ukur digital dan  kamera pemantau CCTV itu dimaksudkan untuk menghindari potensi kecurangan dalam sekelsi anggota Polri.

“Seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018, yang dilakukan oleh Polda Maluku saat ini telah mengunakan pengukur digital dan CCTV, dan setiap calon akan menandatangani hasil test mereka sendiri,”ungkap Andap.

Dia menjelaskan dengan sistem tersebut, maka pengawasan terhadap seleksi calon anggota Polri akan dilakukan secara berlapis sehingga tidak ada ruang bagi munculnya praktek kecurangan dalam bentuk apapun, termasuk adanya rekayasa dan kong kalikong.

“Insha Allah dengan sistim digital dan pengawasan melalui CCTV yang digunakan oleh panitia maka seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018 di Polda Maluku akan lebih transparan dan tentu akan menghasilkan calon anggota Polri yang baik,”ungkap Andap.

Sementara itu Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat mengatakan seleksi  penerimaan anggota Polri tahun  2018 di Polda Maluku yang saat ini menggunakan CCTV dan alat pengukur digital akan sangat berdampak pada kualitas calon anggota Polri.

Sebab kata Ohoirat dengan pengawasan yang dilakukan secara berlapis itu tidak ada lagi celah untuk adanya rekayasa maupun kecurangan. Saat ini lanjut dia sistem tersebut telah diberlakukan untuk tahapan seleksi jasmani bagi para calon taruna dan taruni Akpol.

“Uji kesamaptaan jasmani yang saat ini diikuti oleh 25 orang peserta calon taruna dan taruni Akpol 2018 ,menggunakan sistem timer digital dan dipantau CCTV. Dimana dari setiap hasil yang dilakukan oleh para peserta uji kesamaptaan jasmani bisa langsung menulis dan melihat hasilnya yang dipantau langsung oleh panitia pdan pengawas internal Polda Maluku,”ungkapnya.

Ohoirat menjelaskan dalam tahapan seleksi tes tertulis dan akademik, Polda Maluku juga akan menggunakan sistim Chat melalui computer. Dengan sistem ini maka setiap calon anggota Polri diharuskan untuk lebih kosentrasi dan menguasai sistem digitalisasi.

Saat ini kata dia sistem chat untuk tes akademik masih diberlakukan hanya untuk para calon taruna dan taruni Akpol, sedangkan untuk calon bintara dan tantama Polri akan menggunakan sistem  manual.  Pasalnya  fasilitas komputer dengan sistim chat yang ada di Polda Maluku masih terbatas.

“Untuk calon bintara dan tantama itu masih menggunakan sistem  manual karena fasitas komputer yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah calon bintara dan tantama yang mengikuti tes,”ungkapnya. (SMI)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top