MALUKU

Kisah Perjuangan Anak Babinkantibmas Asal Ambon Hingga Lulus Taruna Akpol

Aiptu Nolly Litay bersama putranya Grizli Litay/Foto dok Humas Polda Maluku
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Pasangan Aiptu Nolly Litay dan Syiane Abraham Litay tak henti-hentinya memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan buah hati mereka Grizli Litay yang lolos sebagai taruna Akpol Tahun 2018.

Aiptu Nolly Litay dan istrinya tak dapat menyembunyikan rasa bangga bercampur haru setelah panitia seleksi taruna Akpol mengumumkan hasil seleksi akhir yang menjadi penentuan bagi masa depan ratusan calon taruna Akpol pada Jumat (27/7/2018) bertempat di gedung Cendikia Kompleks Akpol Semarang, Jawa Tengah.

Rasa haru bercampur bahagia seketika menyelimuti Aiptu Nolly Litay yang diketahui bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BHABINKAMTIBMAS) di kelurahan Kudamati Polsek Nusaniwe Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease Polda Maluku dan Syiane Abraham Litay ketika mereka mengetahui putra kesayangan mereka, Grizli Litay ikut lolos sebagai taruna Akpol dalam seleksi yang sangat ketat.

Sebagai seorang anggota Bhabinkamtibmas yang berpenghasilan pas-pasan, Aiptu Nolly menyadari bahwa hanya kekuatan doa, belajar dan kerja keraslah yang dapat menghantarkan putranya lulus menjadi taruna Polri.

Sebab Aiptu Nolly sadar ratusan calon taruna Polri yang diseleksi dari seluruh Indonesia datang dengan kemampuan diatas rata-rata. Nolly juga menyadariwalaupun hanya berpangkat Aiptu dengan berpenghasilan pas pasan, namun itu tidak menyurutkan semangat putranya untuk bersaing dengan ratusan anak lainnya yang berasal dari keluarga pejabat TNI Polri dan PNS yang sama sama mengadu nasib dalam mengikuti seleksi Taruna Akpol 2018.

Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Aiptu Nolly yang tak kuasa menahan rasa haru seketika menangis setelah diminta tanggapannya soal keberhasilan putranya sebagai taruna Polri.

“Terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Kapolri Jenderal Tito Karnavian, AS SDM Kapolri Irjen Pol Arif, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Karo SDM Polda Maluku KBP Harvin Raslin dan segenap panitia seleksi taruna Akpol,”ungkap Aiptu Nolly Litay dengan nada bergetar.

Sebelum dinyatakan lulus, Grizli Litay bersama 359 calon taruna lainnya harus bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik, sebab kuota taruna Polri tahun 2018 hanya berjumlah 250 orang. Sehingga mau dan tidak mau sebanyak 110 orang harus gugur di seleksi terakhir.

Namun siapa yang dapat menghalangi takdir Tuhan, Grizli Litay calon siswa dengan nomor seleksi 1901 dari Panda Maluku yang berasal dari keluarga Babinkantibmas dengan pangkat rendah ini akhirnya dinyatakan lulus seleksi dalam 250 daftar nama yang dinyatakan terpilih.

Menurut Aiptu Nolly Litaay tekad anaknya untuk menjadi taruna Polri sangatlah kuat, namun disatu sisi dia menyadari persaingan yang begitu ketat sangat membutuhkan kemampuan ekstra untuk dapat menjadi taruna Polri. Apalagi butuh biaya yang tidak sedikit untuk transportasi menuju Semarang Jawa Tengah dalam tahap seleksi akhir.

“Beta (saya) hanya polisi Pangkat kecil deng seng pu apa apa, (tidak punya apa-apa), tapi beta percaya Tuhan punya rencana tersendiri,”katanya.

Meski tidak mempunya akses yang kuat namun Aiptu Nolly Litay tetap meyakini bahwa seleksi taruna Polri dilaksanakan dengan sangat terbuka jujur dan adil sehingga dia tetap optimis bahwa dengan kemampuan anaknya keberhasilan akan tetap diraih.

Adapun seleksi penerimaan calon anggota Polri baik dari sumber Akpol, Sarjana, Bintara dan lainnya dilakukan panitia dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH). Hal ituah yang membuat Aiptu Nolly Litay berbesar hati putranya juga bisa lulus dalam seleksi jika memiliki nilai dan kemampuan yang baik.

“Jujur saja kalau panitia bekerja tidak sesuai dengan prinsip BETAH sebagaimana yang di janjikan maka tidak mungkin anak saya lulus. Saya sangat percaya proses seleksi berjalan dengan sangat bersih terbuka jujur dan adil. Sekali lagi terima kasih Bapak Kapolri,”katanya.

Nolly menceritakan pada tahun 2017, Grizly pernah ikut dalam seleksi penerimaan Taruna Akpol melalui Panda (Panitia Daerah) Polda Maluku, namun saat itu Grizly gagal pada seleksi tingkat Panda karena nilainya pas-pasan sehingga gagal lolos ke tahap selanjutnya.

Saat itu, kata Nolly dia sempat putus asa dan pesimis anaknya Grizly akan menjadi anggota Polri apalagi melalui seleksi Akpol, sehingga dia langsung menyuruh Grizly untuk kuliah saja dan hal itu dituriti Grizly sehingga dia ikut dalam seleksi menjadi Mahasiswa UGM dan diterima sebagai Mahasiswa Program studi Bahasa Ingris.

Meski begitu, kata Nolly karena niatnya sedari dulu ingin menjadi Anggota Polri, Grizly tidak konsen dalam kuliah. Ternyata niatnya untuk menjadi anggota Polri masih terus bersemayang dalam dirinya, sehingga Grizly kembali mempersiapkan diri untuk ikut persiapan tes seleksi Polri tanpa sepengetahuan orang tuanya pada bulan Maret 2018.

Niat itu kemudian diutarakan kepada orang tuanya saat pulang ke Kota Ambon. Grizli yang saat itu memilih cuti semester mengutarakan bahwa dia ingin kembali mengikuti seleksi anggota Polri melalui jalur taruna Akpol.

“Sebenarnya sebagai orang tua saya sangat kecewa dengan langkah yang diambil Grizly, bukan karena saya tidak mau anak saya jadi anggota Polri, tapi saya berpikir realistis, apakah Grizly mampu bersaing dengan anak anak lain, namun karena Grizly tetap ngotot ya saya harus merelakan dan mendorong dan memberikan motivasi kepada anak saya,”paparnya.

Untuk mewujudkan niat anaknya itu, Nolly mengaku setiap hari siang dan malam ia tidak lupa memanjatkan doa kepada Tuhan agar anaknya dapat diberikan kemudahan.Dan Puji Syukur kepada Tuhan bahwa Grizly diterima menjadi Taruna Akpol, ini berkah yang luar biasa.

Nolly pun berpesan kepada masyarakat di Maluku bahwa jangan takut mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti seleksi Polri baik Taruna Polri, bintara maupun tantama sebab proses seleksi masuk anggota Polri.

Menurut Nolly banyak anak Maluku yang ingin menjadi anggota Polri baik Bintara maupun Akpol, namun banyak yang dihantui perasaan bahwa masuk menjadi anggota Polri harus bayar dan harus punya koneksi Pejabat tinggi.

Nolly beranggapan bahwa hal itu adalah persepsi yang salah dan tidak benar buktinya anaknya dapat lulus tanpa sogok dan koneksi namun karena kemampuan.

“Perjuangan Grizly membuktikan itu semua, kalau mau bilang kenal pejabat, sementara anak anak pejabat juga banyak yang ikut dan tentunya pasti mereka memiliki koneksi yang banyak dan lebih tinggi, kalau mau bilang pakai uang, silahkan lihat kehidupan keseharian saya yang hanya untuk makan minum pas pasan Perasaan dan persepsi demikian semuanya tidak benar dan bohong,”ungkapnya.

Diujung telepon Noly yang diliputi suasana bahagia bercampur haru kembali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolri, AS SDM Kapolri, Kapolda Maluku, Karo SDM Polda Maluku dan seluruh panitia yang telah bekerja dengan bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

“Terima kasih karena meski kami tidak punya apa-apa namun anak kami sudah lulus berkat proses seleksi yang transparan, akuntabel dan humanis,”katanya (SMK)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top