by

Korban Pembakaran Rumah Pulangkan Bantuan Pemkot Tual

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Warga kawasan Lupus Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual,  yang menjadi korban Pembakaran Rumah dari sekelompok massa mengembalikan bantuan yang diterima mereka dari Dinas Sosial Pemerintah Kota Tual.

Warga terpaksa mengembalikan bantuan ke Dinas Sosial karena merasa kecewa, bantuan yang mereka dapat tidak sesuai dengan harapan.

Ye Usen Al-Hamid,  salah satu warga Lupus mengatakan, bantuan yang diberikan dari Pemkot Tual sangat tidak sebanding dengan kebutuhan yang diperlukan para korban.

“Ada 12 Kepala keluarga yang sampai saat ini terlantar akibat insiden pembakaran dan perusakan rumah di desa Lupus.  Namun,  Pemkot dalam hal ini dinas Sosial kota Tual,  tidak memperdulikan mereka.  Bayangkan saja,  sejauh ini bantuan yang diberikan hanyalah berupa beras lima kilo gram,  dan satu karpet, “jelasnya kepada wartawan, Senin (5/11/2018).

Dia menejlaskan, Pemkot Tual terkesan mengambaikan hak-hak para korban yang rumah-rumahnya telah dibakar. Sejatinya kata dia, pemkot Tual harus dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan agar warga dapat kembali membangun rumahnya yang terbakar.

“Ada beberapa yang secara permanen kehilangan rumah,  masa Pemkot hanya memberikan bantuan itu, “cetusnya.

Dia mengaku lambannya  penanganan para korban dalam insiden itu  menandakan Pemkot Tual telah lalai dan tidak peduli terhadap nasib warganya sendiri,” Pemkot tidak langsung tangap dalam mengatasi persoalan.  Sudah seminggu kejadian baru datang bantuan,  itupun bantuan yang tidak layak,” jelasnya.

Dia juga menegaskan,  kepada pihak kepolisian setempat agar secepatnya menangkap pelaku pembakaran rumah di desa Lupus. Mereka juga mengecam,  “Kami siap melakukan aksi demo besar-besaran jika dalam waktu dekat,  polisi belum mengungkapkan siapa pelakunya,” paparnya.

“Dalam insiden  tersebut,  bukan saja hanya terkait pembakaran rumah,  namun penganiyaan terhadap anak dibawah umur juga dilakukan.  Maka dari itu,  kami berharap agar polisi bisa secepatnya menyelesaikan persoalan ini dengan transparan dan tanpa ada intervensi, “tegasnya.

Untuk diketahui, pembakaran dan pengrusakan beberapa rumah warga di kawasan Lupus terjadi pada Tanggal 23 September 2018 lalu itu. Aksi pembakaran dan pengrusakan rumah-rumah warga itu  merupakan buntut dari dugaan pemerkosaan terhadap salah satu wanita Desa Dullah Darat,  Kota Tual. (SME)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI