AMBOINA

Lebih dari 2 Jam Polisi Periksa Wali Kota Ambon Terkait Kasus SPPD Fiktif

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat memenuhi panggilan penyidik Tipikor Polres Pulau Ambon terkait kasus dugaan penyelewengan SPPD fiktif tahun 2011 di Kantor Polres Pulau Ambon, Senin (28/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tikor) Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Senin (28/5/2018) memriksa Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy terkait kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun 2011.

Richard memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan di Kantor Polres Pulau Ambon sekira pukul 11.00 WIT. Saat datang memenuhi panggilan penyidik, orang nomor satu di pemkot Ambon ini menumpangi mobil dinasnya dan ikut diantar sejumlah pegawai Pemkot Ambon.

Richard Louhenapessy diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan SPPD tahun 2011 senilai Rp 6 miliar. Sebelumnya sejumlah pejabat pemkot Ambon juga telah diperiksa terkait kasus tersebut termasuk Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru.

Setelah kurang lebih dua jam menjalani pemeriksaan, Richard kemudian keluar dari ruang pemeriksaan,”Saya  hanya diminta mengklarifikasi soal anggaran SPPD tahun 2011,”kata Richard usai menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP RE Adukusuma kepada waratwan mengatakan pemeriksaan terhadap Wali Kota Ambon berjalan dengan baik, sebab wali kota sangat bersidat kooperatif dengan pihak kepolisian.

“Pak Wali Kota sangat kooperatif, sesuai dengan surat pemberitahuan yang dikirim oleh penyidik Tipikor diresponi dengan baik oleh beliau, sehingga hari ini beliau  langsung memenuhi panggilan untuk dimintai klarifikasinya,”ungkap Adikusuma kepada waratwan.

Dia mengatakan terkait kasus tersebut sudah enam orang saksi yang dimintai keterangannya termasuk Wali Kota Ambon. Menurutnya kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan sehingga polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan keteranagn para saksi.

“Ini masih dalam proses penyelidikan jadi kita masih mengumpulkan bukti-bukti. Penyidik juga masih mengumpulkan beberapa dokumen yang belum diserahkan oleh Sekretaris Kota Ambon,”akunya.

Dia mengaku dalam pemeriksaan itu, penyidik mengajukan  25 pertanyaan terkait dengan pengunaan anggaran sebesar Rp 2 miliar yang diberikan ke Sekretariat Kota Ambon untuk membiayai perjalanan dinas Pemkot Ambon tahun 2011.

“Ada 25 perntayaan seputar penggunaan anggaran senilai Rp 2 milar yang diperuntuhkan untuk membiayai perjalanan dinas pada Sekertariat Kota Ambon tahun 2011,”katanya.

Adikusuma  mengaku proses pemeriksaan terhadap Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy akan kembali dijadwalkan  oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres Pulau Ambon Selasa besok. (SMJ)

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top