KRIMINAL

Mengaku Berpangkat AKBP, Leonardo Tipu Dua Calon Bintara Polri Hingga Rp 250 Juta

Aparat Ditkrimum Polda Maluku menangkap seorang calo anggota bintara Polri yang yang menipu dua korbannya hingga Rp 250 juta, Kamis (24/5/2018).
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direreskrimum) Polda Maluku membekuk seorang pria bernama Leonardo Vallen Beruatwarin (36) terkait aksi penipuan dalam rekrutmen calon bintara Polri tahun 2018 di Maluku.

Warga kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau Ambon ini sebelumnya dilaporkan ke polisi karena telah menipu keluarga dari dua orang calon anggota Polri hingga Rp 250 juta. Dalam operandinya, tersangka mengaku sebagai seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi.

Dir Ditreskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Gupuh Setiyono kepada wartawan di kantor Ditkrimum Polda Maluku,Kamis (24/5/2018) menerangkan pelaku ditangkap polisi setelah para korban penipuan melaporkan aksi pelaku kepada polisi pada akhir April 2018 lalu.

“Setelah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan, akhirnya pada Rabu (23/5/2018) pukul 00.30 WIT, Kamis dini hari, tersangka akhirnya ditangkap di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, bersama satu orang wanita dan satu orang anak kecil,”ungkap Gupuh.

Dia memaparkan, dalam aksinya itu, dua korban yang berhasil ditipu oleh pelaku yakni  Jalaludin asal Maluku Tengah, dan Rafli Besan asal Pulau Buru. Keduanya sempat dijanjikan oleh pelaku akan lolos sebagai Anggota Polri, namun kenyataannya saat proses seleksi berlangsung keduanya dinyatakan gugur.

“Untuk korban Jalaludin itu orang tuanya telah menyerahkan uang senilai Rp 140 juta sedangkan  untuk korban Rafli Besan itu orang tuanya menyetor Rp 110 juta,”terang Gupuh.

Gupuh menjelaskan, aksi kejahatan tersangka ini bermula saat dia mencari orang pintar untuk mengetahhi keberadaan istrinya yang lari dari rumah. Saat itu dia bertemu dengan seornag warga bernama La Idris, dari pertemuan itu, tersangka kemudian mengaku kalau dia seorang polisi berpangkat AKBP dan bisa meloloskan calon anggota Polri.

Dari pertemuan itu, La Idris kemudian meminta bantu dari tersangka untuk meloloskan keponakannya Jalaludin dan juga kerabatnya Rafli Besan.

“Pelaku mengaku berpangkat AKBP dan bisa meloloskan calon anggota Polri asalkan para kroban bisa menyetor uang sesuai permintaan pelaku,”ujarnya.

Menurut Gupuh saat proses seleksi berlangsung, kedua korban ternyata gugur saat itu mereka lalu menghubungi tersangka, namun telepon selulernya tidak bisa dihubungi.

“Karena merasa ditipu para korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi,”ujarnya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat denganpasal 378  dan pasal 5 Jo  pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 8  tahun 2010 tentang  tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda  Rp 1 miliar. (SMK)

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top