by

MUI Ingin Lokalisasi Tanjung Batu Merah Ditutup, Ini Alasannya

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ambon mendesak agar lokalisasi Tanjung Batu Merah yang berada di kawasan Galunggung, Kecamatan Sirimau dapat ditutup secara permanen.

Upaya MUI mendorong penutupan tempat prostitusi yang telah beroperasi sejak puluhan tahun itu lantaran keberadaan lokalisasi tersbut dinilai sangat bertentangan dengan nilai agama, moral dan adat istiadat masyarakat Maluku.

“Alasan penutupan lokasi prostitusi itu selain alasan sosial, alasan pendidikan, keberadaannya di tengah-tenag kota di jalan utama dan itu sangat tidak mendidik untuk anak di sekitar situ,”kata Sekretaris MUI Kota Ambon, Abdul Manan Latuconsina kepada wartawan, di Kantor MUI Kota Ambon, Rabu (8/5/2019).

Manan menjelaskan, upaya menutup lokalisasi Tanjung Batu Merah itu tidak hanya menjadi keinginan umat muslim namun juga seluruh umat begarama di Kota Ambon sebab kata dia tidak ada satu pun ajaran agama yang memberikan ruang kepada praktik prostitusi, sebab praktik tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai-nilai agama namun juga nilai moral.

“Alasannya jelas karena tidak sesuai dengan nilai moralitas bangsa, tidak sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya orang Maluku dan terutama nilai-nilai islam,”katanya.

Menurutnya upaya menutup lokalisasi tanjung Batu Merah sebenarnya sudah lama dilakukan namun karena terbentu beberapa masalaha, baru tahun ini MUI bersama seluruh elemen masyarakat membulatkan teklad untuk menutup lokalisasi tersebut.

“Ini sduah lama dan beberapa tahun lalu proses untuk tutup ini sudah dilakukan dan hari ini baru ada keinginan kita dari semua elemen masyarakat dan pemuka umat muslim berkeinginan kuat untuk menutup lokalisasi tanjung itu,”katanya.

Terkait rencana tersebut, Manan mengaku pihaknya akan segera menyurati pemerintah Kota Ambon dan juga pihak kepolisian agar proses penutupan lokalisasi tersebut segera dilakukan.

“Segera akan kita masukan surat hari ini. Akan saya buat surat dan besok akan kita masukan,”ujarnya.

Terkait keinginan MUI tersbeut, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sutrisno Hady Santoso mengaku pihaknya tetap mendukung rencana tersebut dan saat ini pihaknya menunggu rekomendasi dari MUI Kota Ambon.

“Iya rencana penutupan lokalisasi tanjung kami menunggu rekomendasi dari para ustaz dan alim ulama yang disampaikan kepada kami nanti kami akan diteruskan ke kota madya,”katanya. (SMK).

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI