POLITIK

NasDem Harap Pilkada Maluku Tidak Dikotori Dengan Hoaks

Ketua DPW Partai NasDem Maluku, Hamdani Laturua saat memberikan keterangan pers kepada waratwan di kantornya, Jumat (22/6/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provindi Maluku, menghimbau kepada semua politisi dan pihak-pihak yang berkepentingan di Pilgub Maluku untuk berhenti menyebar berita bohong atau hoaks kepada masyarakat.

Permintaan ini disampaikan Ketua DPW Partai Nasdem Maluku, Hamdani Laturua menyusul maraknya peredaran berita hoaks terkait Pilkada Maluku melalui media sosial beberapa bulan terakhir ini.

“Pilkada adalah pola evaluasi dari kepemimpinan yang lama, maka biarkanlah proses politik ini berjalan dengan apa adanya dan sesuai keinginan rakyat. Jangan dinodahi dengan berita hoaks,”jelasnya kepada waratwan, Jumat (22/6/2018).

Dia juga mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam Pilkada Maluku, baik para calon gubernur dan wkail gubernur maupun para tim dan simpatisan agar menciptakan persaingan yang sehat, bukan saling menjatuhkan dengan berbagai isu murahan.

“Semua elemen harus tahu, demokrasi yang berlangsung bersih, sudah pasti akan melahirkan pemimpin yang berkualitas untuk Meluku lebih baik kedepan. Untuk itu mari saling menjaga situasi kamtibmas hingga momen ini selesai,” paparnya.

Dia juga mengajak kepada masyarakat Maluku agar jangan mau diadu domba hanya karena kepentingan Pilkada. Menurutnya berbeda pilihan politik adalah sesuatu keniscayaan, dan sangat keliru jika perbedaan itu menjadi penyebab permusuhan.

“Maluku harus membuktikan kepada semua provinsi bahwa kita akan ciptakan Pilkada yang damai dan berkualitas. Untuk itu, harus terus menjalin kerukunan beragama tanpa provokasi antar sesama jelang Pilkada ini,” jelasnya.

Dia menambahkan Partai NasDem sangat berkepentingan agar Pilkada Maluku dapat berjalan aman dan damai serta demokratis, karenanya dia mengimbau agar para pemilih bisa merdeka dalam menentukan pilihanya tanpa ada tekanan yang membebani.

“Jika rakyat yang memilih dibebani dengan semua tekanan lantaran ada isu-isu Sara,ujaran kebencian, dan berita hoaks, sudah pasti kualitas demokrasi kita akan mengalami penurunan,” tuturnya. (SME)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top