KRIMINAL

Oknum Anggota Polsek Tehoru Aniaya Tahanan, Begini Penjelasan Kapolsek

ilustrasi

AMBON,SERAMBIMALUKU.com–Seornag tahanan Polsek Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Umar Albar harus menjalani pengobatan di Kota Masohi lantaran dianiaya oknum anggota Polsek setempat yang diketahi berinisial Bripka RL.

Umar yang ditahan polisi terkait kasus pengancaman itu, terpaksa dikeluarkan dari sel tahanan Polsek Tehoru untuk menjalani pengobatan di Masohi, setelah ditempeleng dan dihajar RL hingga terbentur didinding. Akibat penganiayaan itu Umar mengalami bengkak disertai rasa sakit dibagian dadanya.

Ironisnya saat masih dalam proses pengobatan, Umar  malah dijemput paksa  oleh polisi. Kuat dugaan, penjemputan paksa terhadap Umar  itu dilakukan lantaran kasus penganiayaan yang menimpanya itu dilaporkan keluarganya ke Unit Provost Polres Maluku Tengah.

Ayah Umar, Abdurahaman Albar mengaku, laporan terhadap Bripk RL ke Provost dikeluhkan Kapolsek Tehoru Iptu Jan Majerlena di ruangannya. Selain itu kata Abdurahman, pihak keluarga juga kesulitan menemui Umar pasca kasus itu dilaporkan ke Provost.

“Melapor anak buah saya, sama saja anda melempar tinja di wajah saya, jujur saya sangat kecewa dengan langkah itu,” Ungkap Abdurahman Albar menirukan keluhan Majerlene kepada wartawan, Minggu (29/04/18) di Ambon.

Meski begitu, Abdulrahaman tak menjelaskan detail kekecewaan Marjalena kepadanya. Abdurahman mengatakan, sebelum melapor penganiayaan terhadap anaknya di Unit Provost Polres Maluku Tengah, dia sudah berkonsultasi dengan Marjelena.

“Hal itu dikonsultasikan, sehari sebelum diberikan Ijin berobat ke Masohi sekaligus ijin tahanan rumah, yang dikeluarkan pada 31 Maret 2018 kepada Umar selama 40 hari,”katanya.

Menurut Abdurahman, meski telah berkonsultasi dengan pimpinan Polsek, namun anaknya itu malah dijemput paksa saat sedang menjalani proses pengobatan.

“Anak saya masih sakit, hal itu juga diketahui Pak Jan. Bahkan setelah pelaporan, kami sulit bertemu anak kami setiap membesuknya, anggota selalu berasalan guna menghindari pertemua dengan Umar,” ungkap Abdurahman.

Abdurahman menjelaskan, penganiayaan yang diduga dilakukan Bripka RL terhadap anaknya itu terjadi tiga hari setelah Umar ditangkap pada 18 Maret 2018 atas kasus pengancaman dengan parang terhadap warga di Desa Wolu, Kecamatan Telutih.

Dia mengisahkan  awalnya Umar sedang di ruang tahanan. Kemudian Bripka RL memanggil Umar, namun tidak disahut. Bripka RL pun marah lalu membuka ruang tahanan dan menempeleng wajah Umar. Setelah itu, Bripka RL memukul dengan kepalan tangan di dadanya hingga Umar terbentur ke dinding.

“Setelah penganiayaan, anak saya mulai merasakan sakit di dadanya. Umar pun dibawa ke Puskesmas dan tukang urut di Tehoru, tetapi tak kunjung sembuh. Akhirnya dikasih ijin berobat, untuk dibawa ke Masohi,” jelasnya.

Kapolsek Tehoru Iptu Jan Marjelena ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, terkait penganiayaan tersebut, ikut membenarkan penganiayaan yang dilakukan Bripka RL terhadap Umar.

Kapolsek mengaku telah mengetahui penganiayaan tersebut, dirinya langsung menindak Bripka RL dengan hukuman penjara selama 30 hari. Selain memberikan hukuman kurungan penjara, RL juga diminta menanggung biaya pengobatan Umar.

“Setelah mengetahui penganiayaan itu, saya langsung menindak Bripk RL, dengan dipenjara selama 30 hari. Bahkan penindakan, juga diketahui oleh orang tua Umar sendiri,” katanya.

Menyangkut penjemputan paksa yang dituduhkan ayah Umar, Kata Kapolsek, itu tidak betul sebab penjemputan itu sesuai prosedur hukum yang berlaku yakni waktu izin pengobatan ditambah waktu tahanan rumah.

Kapolsek menyatakan, tidak ada tebang pilih dalam kasus tersebut, namun dia kecewa dengan tindakan orang tua Umar, sebab Bripka RL sudah ditindak tetapi justeru kembali dilaporkan, apalagi selama ini pemberlakukan terhadap tersangka Umar selalu baik.

“Saya sengat kecewa dengan laporan kembali ke Unit Provost Polre Maluku tengah itu, karena laporan itu sama saja ayah Umar tidak mengindahkan dan mempercayai saya, padahal Bripka RL sudah ditindak,” cetusnya.(SMK)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top