by

Pascagempa, Sebagian Besar Sekolah di Seram Barat Masih Tutup

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Pascagempa berkekuatan 6,8 magnitudo yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada Kamis pekan lalu, hingga kini sebagian besar sekolah yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat masih tutup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekolah-sekolah yang masih belum beraktivitas karena terdampak gempa itu tersebar di Kecamatan Elpaputih, Amalatu, Kairatu, Kairatu Barat, Inamosul hingga Kecamatan Seram Barat.

Umumnya aktivitas belajar mengajar di sekolah masih belum berjalan lantaran para guru dan murid yang masih trauma dengan gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut.

“Sekolah disini baik SD, SMP maupun SMA semua masih tutup, belum ada aktivitas belajar mengajar,”kata tokoh masyarakat Kecamatan Kairatu, Fatin Tuasamu kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Selasa (8/10/2019).

Fatin yang juga menjabat komite sekolah di SD Negeri 3 dan SD Inores Kairatu ini mengaku di dua sekolah tersebut, para siswa hanya pergi sekolah dan mendapat arahan dari sebagian guru mereka di halaman sekolah  selama dua jam setelah itu orang tua para siswa langsung membawa pulang anak-anaknya.

“Tadi barusan anak-anak datang tapi tidak lama langsung kembali lagi, sebab semua masih dalam keadaan trauma, mereka tidak masuk ke ruang kelas karena masih takut. Kalau di sekolah-sekolah lain itu tutup sama sekali,”ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Seram Bagian Barat, Mansur Tuharea tidak menampik kondisi tersebut.

Menurutnya banyak sekolah yang masih tutup di Seram Bagian Barat khususnya di kecamatan-kecamatan yang terdampak gempa karena selain banyak sekolah yang rusak juga para guru dan siswa yang mengungsi dan masih trauma akibat gempa.

“Kondisinya seperti itu karena memang ada sekolah-sekolah yang rusak, warga juga masih trauma,”katanya.

Sebelumnya berdasarkan pantauan Kompas.com pada Minggu (6/10/2019) dua hari lalu, hampir seluruh sekolah yang berada di desa-desa pesisir mulai dari Kecamatan Kairatu hingga Kairatu barat masih tutup dan tidaka da aktivitas apapun.

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) tsekira pukul 08.46 Wit.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat  dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 38 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami kuka-luka. Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rimah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya.(SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI