AMBOINA

Penanggulangan Bencana Jadi Prioritas Dinas Sosial Maluku

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pinning

AMBON-Provinsi Maluku menjadi salah satu wilayah di indonesia yang rawan akan bencana alam seperti, gempa bumi, banjir dan tanah longsor.

Untuk mengantisipasi dampak dari bencana alam yang kerap mengancam wilayah ini setiap tahunnya, Dinas Sosial Provinsi Maluku telah siap untuk melakukan penanggulangan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana alam.

“Jadi kita telah siap untuk melakukan penanggulangan jika terjadi bencana alam di Maluku,”kata Kepala Dinas Sosial provinsi Maluku, Sartono Pinning kepada Serambi Maluku.com di Ambon Selasa (24/1/2017).

Penanggulangan bencana alam dan bencana sosial sendiri kata dia merupakan salah satu program prioritas dari dinas yang dipimpinnya tersebut. Untuk menanggulangi dampak dari bencana alam yang terjadi pihaknya telah menyiapkan sejumlah hal jika terjadi bencana.

“Setiap waktu apabila terjadi bencana itu kita telah sediakan kita punya bantuan tanggap darurat dalam bentuk buffer stok jadi bisa ada beras untuk korban, makanan siap saji, bisa dalam bentuk makanan lainnya seperti mie instan dan lainnya,”ungkapnya.

Dia mengatakan bahan makanan untuk penanggulangan bencana alam dan sosial ini selalu tersedia dan selalu didistribusikan ke kabupaten kota. Selain bahan makanan, sejumlah sarana seperti tenda pengungsi, tenda keluarga, sliping bad juga telah disediakan untuk penanganan korban bencana alam.

“Itu setiap waktu sesuai protap selalu tersedia di gudang , jadi kita dari provonsi setiap waktu selalu mendistribusikan ke kabupaten kota jadi pemberiannya juga sesuai aturan itu diberikan dalam kurun waktu tertentu,”jelasnya.

Dia menambahkan khusus untuk penanganan korban bencana alam dan bencana sosial yang rumahnya mengalami kerusakan juga akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Penanganan kata dia akan melibatkan Dinas Sosial provinsi Maluku, kabupaten kota dan juga dari kementrian sosial.

“Sedangkan khusus untuk bantuan sarana tempat tinggal apabilah ada rumah yang musnah dan sebagainya itu tergantung jumlah karena ada yang menjadi kewenangan provinsi ada kabupaten kota dan ada yang jadi kwenangan pemerintah pusat dan biasanya kalau bantuan untuk stimulan pembangunan perumahan kalau itu berasal dari kementrian sosial dilakukan sharing juga dengan pemerintah provinsi kabupaten kota,”bebernya.

“Jadi khusus untuk bencana ini kita tidak tetapkan berapa jumlahnya karena ini kejadiaaan yang tidak bisa diprediksi nanti kejadian baru kita bisa tahu oh korban meninggal sekian rumah rusak sekian, nanti korban meninggal juga dapat santunan,”tambahnya.

Dia menjelaskan, dalam penanganan penanggulangan bencana, pihaknya juga telah menyiapkan ratusan piotensi kesejahteraan sosial taruna siaga bencana yang selalu siap diterjunkan jika terjadi bencana.

“Di maluku itu ada berjumlah kurang lebih 800 orang tersebar di 11 kabupaten kota jadi kalau ada bencana mereka langsung bergerak, dan mereka ini telralatih,”ungkapnya. (SMR)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top