by

Polda Maluku Bantah Punya ‘Japre’ di SPBU Kebun Kebun Cengkeh

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat membantah adanya tudingan yang menyebut kalau Polda Maluku selama ini bermain kotor untuk mendapatkan jatah BBM di SPBU Kebun Cnegkeh.

Melalui rlisnya yang diterima Serambi Maluku,com, Ohoirat mengaku tudingan yang dilayangkan salah satu aktifis GMNI di salah satu media online lokal di Ambon sangat tidka berdasar dan terkesan tendensius.

“Polri umumnya dan Polda Maluku maupun Polres Jajaran tidak pernah menggunakan  BBM bersubsidi,”tegas Ohoirat, Minggu (16/9/2018).

Dia menjelaskan, tudingan yang menyebut sejumlah oknum polisi membekengi suplai BBM bersubsidi ke SPBU Kebun Cengkeh sangat keliru. Sebab selama ini Polda Maluku sselalu membeli BBM langsung ke Pertamina dengan harga jual Industri yang berlaku sesuai harga pasar.

“Jadi tidak benar. Semua dokumen ada pada Polri dan Pertamina, silahkan di cek sendiri,”katanya.

Dia mengungkapkan, kendala yang dihadapi sebagian besar Polda di Indonesia termasuk Polda Maluku dan jajaran adalah tidak tersedianya  Stasiun pengisian bahan bakar sendiri, sehingga yang terjadi selama ini adalah Polda Maluku bekerjasama dengan PT. Migas Dwi Wijaya ( SPBU NO.84.971.06. Kebun Cengkeh) dengan sistem sewa tempat.

“Kerjasama tersebut dituangkan dalam dokumen MOU dimana BBM yang dibeli dari pertamina  dengan harga Industri dititipkan di SPBU tersebut dengan membayar biaya sewa,”katanya.

Sementara BBM milik Polres Ambon dititipkan di SPBU Soabali, begitupun BBM milik Polres jajaran lainya ditipkan di SPBU setempat juga dengan sistim sewa tempat.

Menurutnya kerjasama penitipan tersebut, tidak hanya terjadi di Maluku tetapi juga di sebagian besar daerah lain di Indonesia.

Sistim penggunaan BBM yang dititipkan tetsebut adalah menggunakan kupon, dimana bila anggota yang hendak melaksanakan tugas maupun yang menggunakan kenderaan dinas maka akan diberikan kupon, dimana kupon tersebut akan ditukarkan dengan BBM ke SPBU setempat.

Dia membantah BBM milik Polda Maluku yang ada di SPBU Kebun cengkeh itu bukan kerjasama gelap, tetapi kerjasama resmi (terang benderang) yang dilengkapi dengan dokumen resmi.

Atas tudingan tersebut, Polda Maluku mengaku sangat keberatan dengan pemberitaan media online tersebut karena dinilai sangat tendensius dan sangat merugikan nama baik Polda Maluku.

“Penulisan berita tersebut hanya berdasarkan sumber sepihak (hanya melalui telpon saluler) tanpa adanya konfirmasi ke Polda maupun SPBU kebun cengkeh,”katanya. (SMH)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI