MALUKU

Polisi di MTB Hidupkan Asa Seorang Bocah Penderita Gizi Buruk

Kapolsek Babar Timur Iptu Hans Betaubun menggendong bocah penderita gizi buruk saat berkunjung ke rumah bicah tersebut, Kamis (24/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Keluarga Marsya Unitli bocah penderita gizi buruk di Desa Wakpapapi, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya kini bisa bernafas lega.

Upaya pihak keluarga untuk membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis akhirnya tersampaikan. Dalam kondisi lemas dan tak berdaya, bocah malang berusia tiga tahun itu akhirnya dapat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perobatan.

Kondisi korban yang sangat memprihatinkan itu baru diketahui keberadaannya setelah Kapolsek Babar Timur Iptu Hans Betaubun dan anggota Bhabinkamtimas desa setempat, mengunjungi rumah korban pada, Kamis (24/5/2018).

Saat itulah keberadaan bocah malang tersebut dilaporkan ke Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP AR Tatuh. Keluarga sendiri tidak mampu membawa bocah tersebut ke rumah sakit meski kondisinya sangat memprihatinkan karena terkendala biaya.

Menurut Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat Kapolsek Babar Timur dan anggotanya berkunjung ke rumah keluarga bocah malang itu setelah mengetahui informasi keberadaan bocah gizi buruk di desa tersebut.

Saat itu Kapolsek dan anggotanya kemudian melihat kondisi bocah tersebut dan sempat menggendongnya, Kapolsek juga sempat menanyakan kepada orang tua korban mengapa mereka tidak membawa korban ke rumah sakit.

“Orang tua asuh bocah malang itu mengaku tidak mampu membawa anaknya itu untuk berobat rumah sakit karena mereka tidak punya biaya,”kata Ohoirat kepada Serambi Maluku, Kamis malam (24/5/2018).

Ohoirat mengaku mengetahui kondisi keluarga korban yang serba kesusahan, Kapolsek kemudian menyampaikan hal itu kepada Kapolres MBD, AKBP AR Tatuh, selanjutnya bayi malang itu kemudian dibawa ke RSUD Tiakur.

Menurut Ohoirat saat akan membawa korban ke rumah sakit, Kapolres sempat meminta izin dari pihak keluarga dan langkah tersebut pun mendapat dukungan dari pihak keluarga.

“Keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Polres MBD, dan saat itu juga korban langsung dibawa ke RSUD,”ujarnya.

Ohoirat mengaku meski telah dibawa ke rumah sakit di Tiakur namun kondisi korban yang sangat memprihatinkan perlu mendapat penanganan medis yang lebih baik karenanya Polda Maluku telah berkoordinasi dengan Polres setempat untuk membawa  bocah tersebut ke Kota Ambon guna dirawat di rumahs akit Bhayangkara.

Menurut Ohoirat,  Kabid Dokkes Polda Maluku juga telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Maluku Barat Daya agar korban dapat dirujuk ke Kota Ambon, mengingat kondisinya yang sangat memprihatinkan.

“Sudah dikoordinasikan juga dengan Dinas kesehatan MBD agar korban dapat dirujuk,”katanya.

Ohoirat berharap kedepan kasus seperti itu tidak terjadi lagi, karenanya menurut dia semua pihak di daerah ini harus dapat memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama dalam melihat berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Diharapkan semua pihak saling bahu membahu dan bekerjasama guna menyikapi berbagai permasalahan yang ada di wilayah kita termasuk masalah-masalah seperti ini ,”harapnya. (SMJ)

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top