KRIMINAL

Polisi Selidiki Darimana Pemilik Dua Pucuk Senpi Dapat Amunisi SS1

Dir Krimsus Polda Maluku, Kombes Pol Firman Nainggolan dan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat saat menunjukan dua pucuk senjata api rakitan hasil sitaan di halaman Polda Maluku, Senin (23/4/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com -Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimum) Polda Maluku, Kombes Pol Firman Nainggolan mengungkapkan pihaknya saat ini masih terus menyelidiki kepemilikan sejumlah amunisi yang dimiliki, LT tersangka pemilik dua pucuk senjata api laras panjang yang kini telah mendekam di sel tahanan Polda Maluku.

“Kita masih menyelidiki dari mana tersangka memperoleh sejumlah amunisi untuk senjatanya itu,”kata Firman kepada sejumlah waratwan di Kantor Polda Maluku, Senin (23/4/2018).

Firman mengungkapkan amunisi yang disita polisi bersama dua pucuk senjata api rakitan laras panjang saat penggeledahan di rumah tersangka di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah pada Jumat pekan lalu itu merupakan jenis peluru standar SS1.

“Jenis peluru kaliber standar SSI tetapi nanti akan kita uji lebih lanjut oleh ahli forensik Mabes Polri khusus yang menangani masalah senjata api,”katanya.

Firman mengatakan jumlah peluru yang disita polisi bersama dua pucuk senjata apai saat penggeledahan di rumah tersangka berjumlah sembilan butir peluru. Menurutnya semua peluru yang disita itu merupakan peluru tajam.

“Untuk jumlah peluru yang ada di dalam magazen, awalnya 12 butir peluruh. Namun sudah 3 peluru yang diuji coba oleh tersangka sehingga tersisa 9 butir peluru,”akunya.

Dia mengungkapkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka mengaku dua pucuk senjata api tersebut telah dimilikinya sejak tahun 1999. Dua pucuk senjata api rakitan itu menurut Firman dirakit sendiri oleh tersangka.

“Tersangka mengakui telah memiliki senpi rakitan miliknya sejak tahun 1999 lalu. Untuk peluru tersangka mengaku membeli dari seseorang yang saat ini masih kita selidiki,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, penangkapan terhadap LT dilakukan setelah tim Satgas Merkuri dari Ditreskrimsus Polda Maluku yang ditugaskan di desa Hila mendapatkan informasi kalau LT kerap membawa senjata di malam hari dan selalu menakut-nakuti warga desa.

Atas informasi itu, polisi kemudian menggrebek rumah tersangka pada Jumat pekan lalu dan menyita satu pucuk senjata api rakitan beserta sejumlah amunisi. Polisi kemudian melakukan interogasi dan kembali menangkap satu pucuk senjata api rakitan lainnya di rumah orang tua tersangka. Saat ini tersangka telah dijebloskan di sel tahanan Polda Maluku. (SMK)

BERITA TERKINI

To Top