MALUKU

Puluhan Kali Ditutup, Gunung Botak Masih Jadi Surga Petambang Ilegal

Ribuan tenada petambang ilegal masih berada di kawasan Gunung Botak, Desa Wamsait, Kecmaatan Wailata, Kabupaten Buru, Jumat (16/2/2018). Tecatat ribuan petambang ilegal masih melakukan aktifitasnya secara liar di kawasan itu

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Penutupan aktivitas penambangan ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak, Desa Wamsait, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Maluku telah dilakukan berulang kali, namun aktivitas penambangan ilegal masih juga berlangsung di kawasan tersebut hingga saat ini.

Tercatat hingga kini masih ada ribuan petambang ilegal dari berbagai daerah yang terus melakukan aktifitas penambangan secara liar di kawasan tersebut. Ironisnya, aktifitas penambangan ilegal itu juga masih melibatkan bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri.

Kapolres Buru, AKBP Aditya B Satrio mengungkapkan penutupan aktifitas penambangan illegal di kawasan Gunung Botal sudah dilakukan puluhan kali, namun saat ini masih saja ada aktifitas penambangan illegal di kawasan tersebut.

“Sampai saat ini sudah 25 kali Gunung Botak ditutup dari aktifitas penambangan ilegal sejak pertama kali dilakukan pada tahun 2013, tapi begitulah penambang ilegal masih saja ada,”kata Aditya kepada waratwan di Kantor Polres Buru, Jumat (16/2/2018).

Dia mengaku, hingga saat ini masih ada ribuan petambang ilegal yang masih melakukan aktifitas penambangan secara liar di kawasan tersebut. Menurutnya sampai saat ini masih ada sekitar 1.500 tenda yang tersebar di kawasan gunung botak.

“Masih ada sekitar 1.500 tenda penambang yang tersebar di Gunung Botak, dan mereka masih melakukan aktifitas illegal disana,”ujarnya.

Dia mengungkapkan, setelah aksi penertiban dan penegakan hukum dilakukan pihaknya,  sebanyak 7.500 petambang kini sudah turun dari Gunung Botak,”Tapi masih ada ribuan petambang lainnya yang berada disana,”katanya.

Menurut Aditya, aksi penertiban yang dilakukan pihaknya bersama TNI itu sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan di kawasan tersebut dari kerusakan. Dia menegaskan pihaknya akan kembali melakukan penertiban seminggu kedepan untuk memastikan seluruh petambang tidak lagi beraktifitas di kawasan tersebut.

“Minggu depan kita akan balik lagi, kita sudah tegaskan kepada mereka untuk angkat kaki, jadi kalau masih melawan kita ambil langkah tegas. Intinya penertiban ini untuk menyelamatkan lingkungan dan masyarakat di daerah ini. Langkah kita jelas berdasarkan intruksi Presiden dan Kapolri,”jelasnya.

aktifitas penambangan ilegal di Gunung Botak sudah berulang kali ditutup paksa oleh pemerintah dan aparat keamanan. Aparat bahkan telah mengambil langkah tegas dengan membakar tenda dan tromol milik para petambang ilegal. Tak hanya itu mereka juga telah diusir dari akwasan itu, namun kenyataannya hingga kini Gunung Botak masih selalu ramai dengan aktifitas ilegal tersebut.  (SMK)

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top