by

Puluhan Korban Arisan ‘Online’ di Ambon Mengadu ke Kantor Polisi

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Puluhan warga yang menjadi korban dalam kasus arisan ‘online’ mengadu ke Kantor Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa (12/2/2019).Mereka yang menjadi korban arisan online ini berasal dari status sosial yang berbeda, mulai dari guru, PNS, mahasiswa, wiraswasta hingga ibu rumah tangga.

Pantauan di Kantor Polres Pulau Ambon, tampak puluhan warga yang kebanyakan didominasi oleh ibu-ibu ini mendatangi ruang SPKT bersama seorang perempuan yang diketahui menjadi admin arisan online.

Namun kebanyakan dari para korban enggan melaporkan kasus yang menimpa mereka itu untuk diproses secara hukum. Sejumlah korban beralasan jika kasus itu dilaporkan maka uang yang mereka setor secara otomatis tidak akan kembali lagi.

“Kita disini datang untuk mediasi, bukan untuk melapor ke polisi. Kalau lapor otomatis uang kita hangus,”kata NN salah seorang korban kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

Berdasarkan informasi yang didapat Kompas.com, ada beberapa korban yang menyetor hingga lebih dari Rp 100 juta. Selain itu para korban tidak hanya berasal dari Kota Ambon namun juga dari Papua.

“Kalau saya setor Rp 15 juta, tapi jangan tulis nama saya ya, soalnya suami saya tidak tahu. Tadi ada yang sampai lebih dari Rp 100 juta juga,”ungkap salah seorang korban kepada Kompas.com.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy mengatakan sejauh ini dari puluhan korban kasus arisan online sudah ada empat korban yang melaporkan untuk diproses secara hokum.

“Terkait dengan kasus arisan online , sampai saat ini sudah 4 laporan polisi,”katanya.

Dia menjelaskan, selain JLJ yang sebelumnya telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Seorang warga yang berperan sebagai admin juga telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersbeut yakni MRS,“Sementara satu admin lainnya melarikan diri,”katnaya.

Dia menerangkan para korban arisan online tergiur mengikuti bisnis tersebut melalui facebook. Menurutnya para korban diiming-iming akan mendapatkan tambahan uang setelah lima hari menyetor uang kepada para admin grup arisan online tersebut.

“Jadi modusnya sama, pakai system seat, contohnya setor Rp 300 dalam lima hari para korban dijanjikan akan memperoleh Rp 500 ribu,”akunya.

Dia mengaku dari keterangan yang didapat , ada juga korban yang berasal dari Papua. Saat ini kata dia kasus tersebut masih terus dikembangkan,”Kita masih terus lakukan pengembangan terkait kasus ini,”ujarnya. (SMJ)

 

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI