MALUKU

Puluhan Wartawan Mendadak Tes Urine di Kantor BNN Maluku

Sejumlah wartawan membawa sampel urine ke petugas BNN Maluku untuk diuji, Selasa (4/4/2018)

Puluhan Waratwan Tes Urine di Kantor BNN
AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Puluhan waratwan dari berbagai media cetak dan elektronik di Kota Ambon mendadak menjalani tes urine di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku di kawasan Karang Panjang Ambon, Selasa (3/4/2018).

Para waratwan ini sebelumnya tidak mengira kalau mereka akan menjalani tes urine, sebab mereka datang ke Kantor itu setelah mendapat informasi berantai lewat pesan WatsApp kalau instansi yang gencar memerangi peredaran gelap narkoba itu akan menyampaikan rilis sejumlah penanganan kasus narkoba di Maluku.

“Kita sama sekali tidak menyangka kalau mau tes urine, karena datang kesini itu tahunya kan mau rilis kasus penanganan narkoba,”kata sejumlah waratwan.

Sebelum tes urine dilakukan, puluhan waratwan ini sempat berbincang dengan Kepala BNN Maluku, Brigjen Rusno Prihardito di ruang kerjanya. Namun sekitar satu jam berdiskusi dengan waratwan, Rusno hanya menjelaskan soal penanganan kasus narkoba yang bersifat umum dan bahaya penggunaan narkoba.

Saat itulah dia lalu menawarkan kepada puluhan waratwan itu untuk melakukan tes urine. Semula, para waratwan ini mengganggap ajakan Jenderal polisi berpangkat satu bintang itu hanyalah bercanda, namun ternyata Rusno langsung memerintahkan para waratwan untuk bergegas ke ruang pemeriksaan. Selanjutnya para waratwan menyatakan setuju dan mereka langsung melakukan tes urine.

Menurut Rusno, tes urine yang dilakukan secara mendadak itu untuk memastikan apakah para waratwan terlibat penggunaan narkoba ataukah tidak. Dia mengatakan sebelumnya sebanyak 60 pegawai BNN juga telah menjalani tes urine beberapa jam sebelumbya.

“Kita akan ketahui adakah tidak yang terlibat narkoba, tapi mudah-mudahan nanti tidak ada. Kita sama pegawai kita juga tadi 60 orang menjalani tes urine,”kata Rusno setelah tes urine itu dilakukan.

Dia menyebut tes urine yang dilakukan itu merupakan indikator untuk mengetahui apakah seseorang terlibat penggunaan narkoba ataukah tidak. Menurutnya jika dalam hasil pemeriksaan ada pegawainya yang postif narkoba maka akan diberi sanksi sedangkan untuk waratwan yang postif narkoba akan ada trik agar mereka dapat menjauhi narkoba.

“Kalau ada pegawai saya yang postif narkoba ya akan saya tracing, tapi untuk teman-teman kan datang dengan sukarela ya nanti ada triknya,”ujarnya.

Beberapa saat setelah itu, petugas BNN membawa hasil tes urine para waratwan itu dan hasilnya semuanya negatif,”Semuanya negatif, ini bagus sekali dan saya apresiasi sekali,”katanya (SMK).

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top