by

Ratusan Korban Kebakaran di Belakang AY Patty Mengungsi di Tenda Darurat

AMBON,KOMPAS.com-Sebanyak 245 warga yang menjadi korban kebakaran di belakang kawasan AY Patty, Kecamatan Sirimau Ambon kini mengungsi di tenda-tenda darurat yang disediakan pemerintah kota Ambon, Rabu (9/1/2019).

Ratusan warga ini terpaksa hidup di tenda darurat setelah rumah dan kos-kosan yang mereka tempati hangus terbakar pada Selasa kemarin.

Dari data yang diterima, tercatat ada sebanyak 71 kepala keluarga yang menjadi korban dalam insiden kebakaran tersebut.

Pantauan di lapangan sebanyak dua tenda berukuran besar disiapkan Badan Penanggulangan Benana Daerah (BPBD) Kota Ambon untuk menampung ratusan warga yang menjadi korban kebakaran di kawasan itu. Meski begitu banyak pengungsi yang tidak kebagian tempat terpaksa berteduh di emperan bangunan di samping tenda.

“Untuk pengungsi semuanya berjumlah 245 jiwa. Jadi selain mengungsi di tenda darurat ada sebagian juga yang memilih mengungsi di rumah kerabatnya,”kata Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kota Ambon, Stenly Tamaela kepada wartawan di lokasi pengungsian, Rabu (9/1/2019).

Stenly menyebut, selain mendirikan tenda untuk para pengungsi pihaknya berencana akan segera menyalurkan keperluan lainnya berupa logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

“Saat ini kita masih terus mendata para pengungsi, nanti setelah terdata semuanya baru kita sediakan semuanya,”ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk membantu para pengungsi, saat ini dinas Sosial Kota Ambon juga telah menyalurkan makanan siap saji.

Sementara untuk dapur umum, pihaknya mengaku hal itu akan di kaji terlebih dahulu.

“Kalauuntuk nasih bungkus itu dari Dinas Sosial Kota Ambon yang bagikan. Untuk dapur umum itu dikaji dulu nanti baru ditindaklanjuti,”sebutnya.

Salah seorang pengungsi yang ditemui mengaku saat ini dia dan keluarganya hanya bisa pasrah dengan kondisi yang terjadi.

“Saya hanya bisa pasrah, karena saat kejadian kemarin saya tidak menyelamatkan satupun barang berharga maupun pakaian,”ujar Desy Warsih di lokasi pengungsian.

Dia berharap pemerintah kota Ambon dapat memperhatikan nasib para pengungsi yang saat ini menempati tenda darurat di kawasan itu.

”Harapan kami pemerintah kota bisa memperhatikan kebutuhan dasar para pengungsi, minimal kasur, selimut dan bahan makanan karena kami keluar dengan pakaian di badan,”ungkapnya.

Kebkaran yang melanda kawasan kawasan belakang AY Patty Ambon selasa kemarin menyebabkan dua bocah meninggal dunia dan tiga bangunan kos-kosan berjmlah 90 kamar serta tiga rumah warga lainnya hangus terbakar.(SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI