MALUKU

Santunan Jasa Raharja Hingga Maret Tembus Rp 2,3 Miliar

Kepala Jasa Raharja Cabang Maluku, Zet Roding
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-PT Jasa Raharja Maluku sepanjang tahun 2018 telah membayar santunan klaim senilai Rp 2,3 miliar untuk menyantuni korban kecelakaan angkutan penumpan umum dan lalu lintas jalan yang terjadi di wilayah Maluku.

Kepala Jasa Raharja Cabang Maluku, Zet Toding mengatakan bahwa penyelesaian pembayaran santunan sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2018 secara umum dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat yakni rata-rata satu hari.

“Pembayaran santunan untuk korban kecelakaan sejauh ini berjalan dengan baik. Untuk korban meninggal dunia ditempat kejadian perkara dapat diselesaikan rata-rata dalam tempo 1,21 hari,”kata Zet Toding melalui rilisnya, Kamis (5/4/2018).

Dia merinci dari jumlah santunan yang dibayarkan itu, untuk korban meninggal dunia santunan yang dibayarkan berjumlah Rp 1,750.000.000, korban luka-luka Rp 440. 179.724, dan korban cacat tetap jumlah santunan yang telah dinayarkan senilai Rp 89.500.000.

“Sedangkan untuk biaya penguburan nominalnya Rp 4.000.000 dan biaya ambulans Rp 100.000 serta P3K Rp 38.887.275,”terangnya.

Zet yang baru saja menjabat sebagai kepala Jasa Raharja Cabang Maluku menggantikan Marganti Sitinjak ini menyampaikan bahwa santunan yang dinayarkan Jasa Raharja terhadap korban kecelakaan penumpang umum dan lalu lintas jalan berdasarkan ketentuan Undang -undang Nomor 33 tahun 1964 tentang dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang dan Undang-undang 34 tahun 1964 tentang dana kecelakaan lalu lintas jalan.

“Sebagai perusahan negara yang diberikan kewenangan oleh undang-undang maka Jasa Raharja akan melakukan yang terbaik, dan itu sudah menjadi komitmen kami untuk melayani masyarakat,”kata Zet Toding.

Dia berharap jajaran Cabang Maluku kedepan dapat lebih meningkatkan pelayanan yang selama ini telah berjalan dengan baik sehingga diharapkan dapat membangun brand Awareness dan brand Image Jasa Raharja di mata Masyarakat khususnya keluarga korban.

“Agar implementasi dari semangat Proaktif, ramah ikhlas mudah dan empati (Prime) dapat kita wujudkan dalam setiap menjalankan tugas pelayanan,”harapnya. (SMK)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top