KRIMINAL

Satgas Pangan Polda Maluku Sita 2 Ton Beras Oplosan yang Siap Edar

Ketua Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku yang juga Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Kombes Firman Nainggolan saat menunjukan sampel beras oplosan yang disita anggotanya, Senin (28/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Satuan Tugas (Satgas) pangan terpadu Polda Maluku menemukan sebanyak dua ton beras oplosan saat menggelar razia di gudnag milik CV Berkat Mulia yang berlokasi di kawasan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau Ambon.

Kepala Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku yang juga Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Kombes Pol Firman Nainggolan mengatakan penangkapan terhadap dua ton beras oplosan itu dilakukan pada Kamis (24/5/2018).

“Anggota Ditreskrimsus Polda Maluku telah menemukam adanya praktek kotor di salah satu perusahaan yakni CV Berkat Mulia, dimana mereka tekah melakukan rekondisi beras untuk di pasok ke toko-toko penjual beras di Kota Ambon,”kata Firman kepada waratwan, Senin (28/5/2018).

Dia menjelaskan, dua ton beras yang dioplos itu tidak layak untuk dikonsumsi dan dijual ke masyarakat, sebab kondisi beras sudah sangat rusak dan bau. Namun oleh pemiliknya beras tersebut kembali dimasukan kedalam kemasan yang baru dan diap untuk didistribusi ke toko beras di Ambon.

Dia mengatakan untuk proses penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus beras oplosan ini, pihaknya  telah memeriksa  8 orang saksi yang merupakan para pekerja dan pemilik perusahaan tersebut.

Selain itu ada beberapa barang bukti juga yang berhasil telah disita oleh anggota Ditreskrimsus Polda Maluku berupa alat timbang beras, mesin penjahit karung beras, serta sekitar 2 ton beras yang telah dioplos di gudang beras milik CV Berkat Mulia.

“Delapan orang telah kita mintai keterangannya, kita juga telah menyita barang bukti berupa alat timbang beras, mesin penjahit karung beras, serta sekitar 2 ton beras yang telah dioplos,”terangnya.

Terkait kasus tersebut pemilik CV Berkat Mulia terancam dijerat dengan pasal 139 junto pasal 34 ayat 1 Undang-undnag RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang pangan.

“Juga undang-undnag perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”tegasnya.

Dia mengaku tim Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku memastikan sampai saat ini stok beras di di wilayah Maluku masih aman sampai tiga bulan kedepan.  Sedangkan untuk stok kebutuhan bahan pangan lainnya masih bisa bertahan sampai satu bulan ke depan.

“Kita ingin memastikan bahwa tidak beredar bahan pangan yang tidak layak di pasaran salah satunya yang dilakukan saat ini adalah bagian antisipasi kelangkaan pangan yang gencar dilakukan oleh tim satgas pangan terpadu Polda Maluku,”ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi peredaran beras oplosan yang sering dijual oleh para pedagang beras, tim Satgas Pangan Terpadu melalui Ditreskrimum Polda Maluku telah  melakukan langkah pencegahan terhadap beredarnya beras oplosan tersebut.

“ Selaku Kepala Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku, saya mengimbau kepada warga untuk tidak pelru khawatir karena kita akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan, kalau ada yang masih khawatir silahkan berkonsultasi dengan dinas terkait,”ungkapnya.

Dia  menambahkan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan, pihaknya terus melakukan pemantauan tak hanya di pasar namun juga di gudang-gudang penympanan sembako yang ada di Kota Ambon.

“Kami juga terus berupaya untuk menjaga dan mengamankan distribusi pangan mulai dari distributor hingga pengecer,”katanya. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top