by

Satu Pengungsi Korban Gempa di Kailolo Meninggal Dunia di Tenda Darurat

loading...

Satu Pengungsi Korban Gempa di Kailolo Meninggal Dunia di Tenda Darurat

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Seorang pengungsi korban gempa di Desa Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah yang diketahui bernama  Hadija Tuanany (73) meninggal dunia di lokasi pengungsian di desa tersebut.

Kepala Dusun 4 Desa Kailolo, Amin Tuasamu mengaku mertuanya itu  meninggal dunia di tenda pengungsian pada Jumat (4/10/2019) setelah sempat menjalani perawatan medis oleh tim relawan kesehatan yang menjalankan misi kemanusiaan di desa tersebut.

“Mertua saya menghembuskan nafas terakhir pada Jumat kemarin di camp pengungsian pada pukul  11.30 Wit pas menjelang jumatan,”kata Amin saat dihubungi dari Ambon, Sabtu, (5/10/2019).

Amin menjelaskan, mertuanya ikut menjadi korban gempa saat sedang berjualan ikan di Desa Kabauw, Kecamatan Pulau Haruku saat gempa utama berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada Kamis pekan lalu.

Menurut Amin saat gempa mengguncnag wilayah itu, mertuanya langsung terjatuh dan pinggingnya membentur jalan aspal di desa tersebut.

“Mungkin karena faktor umur sama kondisi fisik sehingga saat gempa almarhumah langsung terjatuh. Yang parah itu saat jatuh beliau susah bangun tapi  ada warga yang kanal lalu mereka evakuasi ke Desa Kailolo,”ungkapnya.

Desa Kailolo sendiri menjadi salah satu desa di Pulau Haruku yang ikut terdampak gempa tersebut, selain ada rumah warga yang rusak, banyak warga juga memilih mengungsi ke lokasi aman di desa tersebut.

Menurut Amin saat dievakuasi ke Desa Kailolo, mertuanya itu langsung dibawa ke lokasi pengungsian.”Setelah bantuan tim kesehatan mulai masuk almarhumah meminta agar ia dibawa ke rumah sakit, begitupun tim medis tapi setelah kita cek di RSUD Tulehu ternyata kondisi disana juga parah sehingga penanganan hanya dilakukan di camp pengungsian,”ungkapnya.

Dia mengaku sebelum meninggal dunia, almarhumah sempat diberi oksigen oleh tim medis yang menanganinya, namun sayang nyawa mertuanya itu tidak bisa diselematkan.”Pemakaman sudah dilakukan kemarin setelah selesai shalat ashar,”katanya.

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) sekira pukul 08.46 WIT.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km timur laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Gempa itu menyebabkan 38 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka. Gempa juga menyebabkan rumah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya rusak. (SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI