KRIMINAL

Sebelum Ditangkap, Reza Sempat Produksi 80 Kg Merkuri di Hutan Desa Liang

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Tim Subdit I Ditkrimum Polda Maluku berhasil mengungkap pabrik pengolahan merkuri di Hutan Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku.

Dari hasil penggebrekan itu polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap 57 kg merkuri di rumah tersangka KR alias Reza di kawasan Tulehu. Bersama istrinya ML, keduanya langsung dibawa ke Kantor Polda Maluku untuk menjalani pemeriksaan.

Hasilnya, Reza ternyata bukan baru sekali memproduksi zat berbahaya itu, namun sebelumnya dia telah memproduksi merkuri dalam jumlah yang besar.

“Sebelumnya tersangka ini juga telah mengolah 200 kg batu cinnabar dan hasilnya didapat sebanyak 80 kg merkuri itu yang sudah lolos pertama kali,”kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada Serambi Maluku.com, Kamis (19/4/2018).

Reza bersama istrinya ditangkap tim Subdit I Ditkrimum Polda Maluku di lokasi pabrik pengolahan merkuri di Desa Liang pada Selasa (17/4/2018). Penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.

Menurut Ohoirat, untuk memproduksi merkuri, Reza mendatangkan bahan baku berupa batu cinnabar dari lokasi tambang batu Gunung Tembaga yang ada di Pulau Seram.

“Untuk bahan bakunya, pelaku membeli langsung dari pedagang dan pengepul di Desa Iha, Pulau Seram,”kata Ohoirat.

Ohoirat menjelaskan, tersangka mendapatkan bahan baku pembuatan mercuri itu dengan membeli batu cinnabar dari pengepul seharga 80 ribu per satu kilogram. Setelah itu batu cinnabar yang telah diproduksi menjadi mercuri selanjutnya akan dijual dengan harga Rp 350 ribu hingga Rp 700 ribu.

“Dia beli bahan bakunya dengan harga Rp 80 ribu per kilogram setelah diolah jadi mercuri akan dijual lagi dengan harga hingga Rp 700 ribu,”katanya.

Kawasan tambang Batu Tembaga di Desa Iha, Kabupaten Seram Bagian Barat sendiri telah ditutup sejak tahun 2017 lalu. Meski begitu suplai batu cinnabar dari wilayah tersebut masih saja ditemukan. Terkait masalah itu, Ohoirat mengaku pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,“Semuanya akan diselidiki lebih lanjut,”ujarnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top