AMBOINA

Sekwan DPRD Kota Ambon Arogan, Wartawan ‘Dijadikan Lawan’

Kantor DPRD Kota Ambon

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Ambon Elkyopas Silooy membuat kebijakan yang terbilang sangat aneh sekaligus arogan. Bukannya merangkul waratwan, dia malah menjadikan para pemburu berita sebagai lawan.

Bagaimana tidak, para waratwan yang selama ini meliput di kantor wakil rakyat itu tiba-tiba saja dilarang untuk duduk di setiap kursi yang ada di lobi kantor tersebut. Enath apa penyebabnya, namun  dua waratwan yang sedang duduk di kursi tersebut untuk menunggu narasumber  benar-benar diusir, Rabu (28/2/2018).

Kejadian itu menimpa  waratwan Harian Kabar Timur, Zainal Patty dan wartawan Harian Rakyat Maluku, Sam Hatuina. Keduanya diusir oleh seornag pegawai honorer yang mengaku diperintah oleh Silooy.

“Maaf untuk wartawan kalau mau duduk silahkan duduk di tempat lain jangan disini,  soalnya ini perintah dari Sekwan kalau kursi ini hanya dikhususkan untuk tamu khusus, “Kata Zainal meniru ucapan pegawai Kontrak tersebut.

Menurut Zainal, dia dan Sam tidak mengetahui persis alasan pengusiran itu, yang jelas pegawai honorer yang melakukan pengusiran itu menyebut kalau mereka diusir atas perintah Sekwan. Karena merasa tidak nyaman, dia dan rekannya itu terpaksa keluar dari lobi kantor DPRD.

“Padahal ada pegawai kontrak yang sedang duduk di kursi sambil menghisap rokok tapi mereka tidak di suruh pergi, hanya kita yang disuruh pergi,”katanya.

Dia menceritakan saat itu pegawai kontrak tersebut datang dengan wajah yang tidak bersahabat dan tanpa banyak bicara langsung mengusir mereka pergi.

Menanggapi masalah tersebut,  Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Rovik Akbar Afifudin mengatakan, larangan terhadap wartawan untuk beraktifitas di Kantor DPRD Kota Ambon  merupakan upaya menghalangi tigas jurnalis.

“Kami sebagai wakil rakyat sangat berkepentingan dengan media.  Maka jangan ada larangan seperti itu.  Ini namanya pembatasan terhadap wartawan yang sedang bertugas.  Kalau sudah begitu DPRD secara langsung dirugikan sebab media ini kan yang mempublikasi semua pemberitaan di DPRD kalau mereka dibatasi, lalau siapa yang akan mempublis kegiatan dewan di Masyarakat, ” paparnya. (SME)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top