by

Soal Tudingan Suap Hendrik Seriholo, Ini Tanggapan Pemkab SBB

loading...

PIRU,SERAMBIMALUKU.com-Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengaku tidak tahu menahu soal dugaan suap kepada Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD SBB.

Tudingan adanya praktik suap terhadap Anggota Banggar DPRD SBB mengemuka setelah salah satu Anggota Fraksi Partai Golkar, Hendrik Seriholo membeberkannya dalam agenda penyampaian kata akhir fraksi terhadap Laporan pertanggung jawaban APBD kabupaten SBB tahun 2018 oleh Pemda kepada DPRD di ruang utama kantor DPRD SBB jumat (2/8 /2019).

Dalam penyampaian kata akhir fraksi tersebut, Hendrik menuding bahwa ada praktik suap kepada Anggota DPRD untuk menerima pertanggung jawaban APBD kabupaten SBB Tahun 2018. Menurut Hendrik setiap anggota disuap hingga Rp 5 juta.

Sayangnya Hendrik tidak menjelaskan uang tersebut bersumber darimana dan siapa yang menyuap, sehingga opini yang berkembang di publik bahwa penyuapan itu di lakukan oleh pemda SBB kepada anggota banggar untuk memuluskan Paripurna LPJ Ranperda APBD tahun 2018 lalu.

Menanggapi tudingan tersebut PLT Sekda SBB H.Sy.Silawane yang di dampingi oleh Kepala Kesbangpol dan Linmas H.S.Patty mengaku pemerintah daerah tidak tahu soal uang suap yang disebut Hendrik.

“jadi kami atas nama pemerintah daerah kabupaten SBB sama sekali tidak tau soal sumber uang yang di sebut suap oleh anggota DPRD Fraksi Golkar Henrik seriholo kemarin itu,” ujar Silawane dalam Konfrensi pers di ruang rapat kantor Bupati SBB Sabtu (3/8/2019).

Selawane mengatakan masalah tersebut merupakan masalah internal lembaga DPRD yang tidak bisa di campuri oleh Pemda,”Soal ada uang yang di berikan ke oknum anggota DPRD itu bukan urasan pemda, itu urusan DPRD SBB secara internal, kami tidak tau soal sumber uang tersebut dari siapa ” ujar silawane.

Terkait masalah tersebut, Silawane mengaku Pemerintah daerah akan mendukung upaya hukum agar dugaan suap tersebut dapat diselidiki oleh pihak kepolisian atau kejaksaan untuk dapat mengetahui kebenarannya.

Sebab pemerintah daerah kata dia tidak merasa melakukan penyuapan itu kepada oknum anggota DPRD SBB untuk memuluskan Paripurna LPJ APBD tahun 2018 masa sidang VI tahun 2019 pada jumat kemarin.

“kami sangat mendukung untuk kepolisian atau kejaksaan melakukan investigasi terkait masalah itu,” sebut Silawe.(SMF)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI