KRIMINAL

SPDP Kasus “Warkop Lela” Dikirim ke Jaksa, Siapa Calon Tersangka?

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Penanganan kasus intimidasi dan kekerasan terhadap waratwan di Rumah Kopi Lela oleh salah satu calon gubenrur Maluku dan tim suksesnya mulai memasuki babak baru.

Itu setelah penyidik Diskrimum Polda Maluku menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus tersebut, Selasa (3/4/2018).

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamd Roem Ohoirat mengungkapkan, dua SPDP yang diterbitkan penyidik itu kini telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi Maluku.

Menurut Ohoirat SPDP yang dikirim ke kejaksaan itu terdiri atas kasus kekerasan dengan terlapor AM, dan kasus menghalangi tugas jurnalis sebagaimana diatur dalam undang-undang pers dengan terlapor HM dan AS.

“Hari ini SPDP sudah dikirm. Jadi sesuai dengan laporan yang diajukan untuk kasus kekerasan itu dengan terlapor itu inisialnya AM sedangkan satunya soal undang-undnag pers menghalangi tugas jurnalis, itu terlapor MH dan SA,”terang Ohoirat kepada wartawan.

Dia menjelaskan, setelah SPDP tersebut dikirim ke Kejaksaan maka kasus tersebut saat ini telah ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Selanjutnya kata Ohoirat penyidik akan memanggil para terlapor untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.

“Nanti dipanggil sebagai saksi kalau memenuhi unsur sebagai tersangka akan ditetapkan sebagai tersangka,”ujarnya.

Soal kapan penyidik akan memanggil para terlapor untuk dimintai keterangannya, Ohoirat mengaku belum mengetahui jadwalnya,“Oh saya belum tahu, tapi nanti dipanggil dulu sebagai saksi,”ujarnya.

Kasus kekerasan dan intimidasi terhadap dua waratwan yakni Abdul Karim Angkotasan dan Sam Usman Hatuina berlangsung di Rumah Kopi Lela di Jalan Sam Ratulangi pada Kamis pekan lalu.

Aksi itu terjadi setelah Sam Hatuina mencoba mendokumentasikan suasana ngopi bareng calon gubernur Maluku, SA dengan sejumlah pejabat ASN pemrpov Maluku termasuk Sekretaris Daerah, Hamin Bin Tahir dengan beberapa orang tim suskesnya.

Dari situlah, SA yang tidak terima kemudian membentak Sam dan mengintimidasinya selanjutnya memerintahkan tim suksesnya untuk merampas hanphone yang digunakannya untuk mengabadikan suasana ngopi calon petahan tersebut.

Dalam aksi itu, Abdul Karim Angkotasan yang coba membela rekannya itu ikut dipukul oleh AM yang diketahui menjadi pendukung SA. Usai kejadian itu, Angkotasan dan Sam Hatuina lalu mendatangi Kantor Polda Maluku untuk melaporkan kejadian tersebut. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top