POLITIK

Survei JSN: BAILEO Kalahkan SANTUN dan HEBAT

Direktur Riset Jaringan Survey Nusantara (JSN) Dafit Zuhendra saat memaparkan hasil temuan survei lembaganya di rumah kopi Dolo, Senin (14/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Jaringan Survey Nusantara (JSN) merislis hasil surveinya tentang tingkat penerimaan publik dan potensi kemenangan tiga calon gubernur dan wakil gubernur Maluku yang maju di Pilkada Maluku tahun 2018.

Hasilnya, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) diprediksi bakal memenangkan Pilkada Maluku, 29 Juni 2018 mendatang.

Dari hasil survei JSN, pasangan BAILEO memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi dibandingkan dua pesaingnya yakni pasangan petahanan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) dan pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT).

Dalam rilis survei tersebut, pasangan yang diusung PDI-Perjuangan, Gerindra, PKB, Hanura, PAN, PPP, NasDem dan  PKPI ini memiliki tingkat elektabilitas mencapai 24,30 persen mengungguli  pasangan SANTUN yang hanya memiliki elektabilitas 22,70 persen dan pasangan HEBAT 21,60 persen, sisanya 31,40 persen masih rahasia dan belum menentukan pilihannya.

Sementara dari posisi elektabilitas secara tertutup, pasangan BAILEO memperoleh 29,8 persen, pasangan SANTUN 25,2 persen dan pasangan HEBAT 23,3 persen.

“Pasangan Murad-Barnabas berpeluang menenangkan Pilkada Maluku. Dari hasil temuan, jika pemilihan dilangsungkan hari ini maka pasangan BAILEO akan unggul 29,8 persen, pasangan SANTUN 25,2 persen dan pasangan HEBAT 23,3 persen,”kata Direktur Riset JSN, Dafit Zuhendra saat memaparkan hasil survey lembaganya di Ambon, Senin (14/5/2018).

Dia menjelaskan, sejumlah alasan yang menjadi penyebab pasangan petahana berpeluang kalah di Pilkada Maluku  karena mayoritas mayasrakat Maluku saat ini lebih menghendaki adanya gubernur baru dengan persentase 55 persen dan yang menginginkan petahana tetap menjadi gubernur hanya 28 persen sisanya rahasia.

“Lebih dari 50 persen responden menginginkan adanya gubernur baru. Selain itu alasan lainnya calon petahana dinilai telah gagal mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran di Maluku,”paparnya.

Adapun alasan pasangan BAILEO lebih dipilih masyarakat karena, sistem kampanye secara masif yang dilakukan tim pemenangan dan partai politik pendukung.

“Sosialisi dilakukan gencar oleh tim pasangan BAILEO,  termasuk di media sosial,  belum lagi kerja-kerja partai politik yang begitu masif,  ini menjadi salah satu penyebab elektabilitas BAILEO menjadi naik, “ungkapnya.

Survei yang dilakukan sejak tanggal 1-7 Mei 2018 ini menggunakan metode multi stage random sumpling dengan jumlah responden yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Maluku sebanyak 600 responden. Adapun survey tersebut memiliki margin of eror sebesar 4 persen.

JSN mengklaim bahwa survei yang dilakukan itu independen dan tidak dibiayai oleh kandidat manapun,”Survei kami independen,”kata Dafit Zuhendra.

Suversvisi JSN, Hasan Bahta mengaku isu sentral yang menjadi fokus survei yakni soal masalah kemiskinan dan juga pengangguran di Maluku.

“Kami berharap semoga hasil survei ini bisa menjadi rujukan bagi tiga pasnagan calon gubernur untuk berkomitmen menuntaskan amsalah kemiskinan di Maluku,”katanya. (SMK)

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top