AMBOINA

Tak Bisa Registrasi Ulang, Warga Serbu Kantor Telkomsel Ambon

Warga mengantre di Kantor Grapari Telkomsel Ambon untuk meregistrasi ulang katru prabayar mereka, Rabu (28/2/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Kantor  Telkomsel di kawasan Talake, Kecamatan Nusaniwe dipadati ratusan warga sejak Rabu pagi, (28/202018).

Warga berdatangan ke kantor itu dan mengantre di bagian pelayanan lantaran ingin mendaftar ulang kartu prabayar mereka. Banyaknya warga yang datang, membuat ruangan pelayanan di kantor tersebut sesak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, umumnya warga yang datang ke kantor itu rata-rata ingin mendaftar ulang kartu prabayar mereka, sebab meski telah didaftarkan berulang kali namun selalu ditolak.

“Saya datang bersama teman, sebenarnya mau datang dari kemarin cuma tidak jadi dan di hari terakhir ini baru kita datang,”kata Wati salah seorang warga Kebun Cengkeh kepada Serambi Maluku.com.

Dia mengaku sejak mendengar informasi adanya registrasi ulang kartu prabayar itu dia langsung mencoba untuk mendaftar, namun upayanya itu selalu saja gagal, padahal dia telah melakukannya sesuai dengan petunjuk yang ada.

“Sudah daftar sesuai dengan petunjuk tapi tidak tahu kenapa gagal terus, akhirnya datang kesini, kebetulan teman juga sulit mendaftar ya kita sama-sama,”ujarnya.

Warga lainnya, Wendi mengaku sejak pagi dia telah mengantre di ruang pelayanan untuk mendaftar ulang kartu prabayar miliknya. Dia mengatakan kedatangannya ke Grapari Telkomsel Ambon hanya untuk menyalamatkan kartu SIM miliknya agar tidak terblokir.

“Kan semua ornag sudah tahu nomor saya, kan juga sudah lama saya pakai kalau diblokir kasihan juga to,”akunya.

Sementara itu, SPV Grapari Telkomsel Ambon, Alexandra mengatakan kedatangan warga ke kantor Telkomsel Ambon mulai melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Dia mengaku kedatangan warga itu untuk meminta petugas Telkomsel meregistrasi ulang kartu SIM mereka.

“Dalam beberapa hari ini memang banyak warga yang datang untuk meregistrasi ulang kartunya dan kami langsung membantu mereka,”katanya.

Dia mengaku banyak dari pelanggan yang tidak berhasil melakukan registrasi ulang itu karena data mereka yang ada di Disdukcapil tidak sama dengan yang data yang mereka daftarkan.

“Biasanya itu kalau gagal registrasi pasti karena data kependudukannya berbeda dengan yang ada di Kantor Capil, ”akunya. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top