NASIONAL

Terima Kasih Bapak Kapolda Maluku, Tuhan Akan Membalas Semuanya…

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Marysa Unitly seorang bocah asal Desa Wakpapai, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya hanya bisa terbaring lesu di ranjang rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku tempatnya dirawat.

Bocah berusia tiga tahun ini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut karena terserang  penyakit gizi buruk yang dideritanya sejak dua tahun terakhir. Di rumah skait Bhayangkara, kondisin Marsya terlihat sangat memprihatinkan, tubunya  kurus layaknya tulang terbungkus kulit.

Kondisi itu tak pelak membuat berat badan Marsya hanya seberat  5,65 kg,. Berat badan Marsya itu telah naik dari sebelumnya yang hanya 4,57 setelah empat hari menjalani perawatan. Marsya juga tidak bisa berbicara sebagaimana bocah seusianya lantaran penyakit yang dideritanya itu.

Solomina Unitly yang setia menemani cucunya di rumah sakit Bhayangkara mengaku, Masrya awalnya lahir dalam kondisi normal, namun menjelang usia enam bulan Marsya mulai mengalami perubahan pada bentuk fisiknya disertai penurunan kondisi daya tahan tubuhnya.

Semula pihak keluarga mengira, Marsya hanya terserang penyakit biasa, namun lama-kelamahan, kondisi Marsya mulai memburuk, berat badannya juga ikut menurun. Saat itulah keluarga mulai menyadari bahwa bocah tersebut mulai tersarang gizi buruk.

Namun karena keterbatasan biaya, pihak keluarga tidak dapat berbuat apa-apa, termasuk sekedar membawanya ke rumah sakit. Lebih-lebih saat itu kedua orang tua bocah sedang berada di Sorong Papua Barat.

“Kita tidak punya biaya, ibu dan bapak Marsya juga tidak ada jadi Marsya hanya dirawat seadanya di rumah,”kata Solomina kepada Serambi Maluku.com saat ditemui di rumah sakit Bhayangkara, Selasa (5/6/2018) kemarin.

Pihak keluarga bukannya tidak berusaha untuk kesembuhan Marsya, berbagai pengobatan tradisional telah dilakukan, namun kondisi bocah tersebut tidak juga mengalami perubahan.

Menurut Solomina sebelum dirawat di rumah sakit Bhayangkara Ambon, cucunya tersebut sempat menjalani perawatan selama beberapa pekan di RSUD Tiakur di Kabupaten Maluku Barat Daya semlama beberapa pekan.

Sebelum dirawat di RSUD Tiakur, Marsya sempat dijenguk oleh Kapolsek Babar Timur dan Babinkantibmas Desa Wakpapai.

Rasa khawatir pihak keluarga atas kondisi Masrya yang terus memburuk akhirnya dapat teratasi  setelah keluarga besar Polres Maluku Barat Daya memfasilitasi pengobatan bocah tersebut dan membawanya ke RSUD Tiakur untuk dirawat.

Saat itu menurut Solomina, keluarga mulai menaruh harapan, Marsya akan sembuh dan kembali ceria seperti dulu. Namun harapan agar bocah tersebut sembuh tak kunjung datang, hingga akhirnya sang bocah harus dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Ambon.

Komplikasi Penyakit

Selain terserang gizi buruk, hasil pemeriksaan medis menunjukan kalau Marsya ternyata juga menderita penyakit hidrosepalus atau pembengkakan cairan pada otak yang menyebabkan kondisi bocah tersebut sangat memprihatinkan.

Menurut Kepala Biddokes Polda Maluku, Kombes Pol Agung Wibowo Marsya pertama kali masuk ke rumah sakit Bhayangkara Ambon untuk menjalani penanganan lanjutan pada tanggal 1 Juni setelah dirujuk dari RSUD Tiakur.

“Jadi selain gizi buruk pasien juga terserang gangguan otak dan juga penyakit hidrosepalus, itu yang membuat kondisinya sangat memprihatinkan,”ungkapnya.

Agung menyebut saat ini pihaknya terus melakukan penanganan semaksimal mungkin dengan memperbaiki kondisi gizi sang bocah. Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan dokter anak untuk penanganan bocah tersebut.

“Kemudian kita tangani kita juga konsultasikan dengan dokter anak untuk masalah nutrisinya, dan teman-teman bisa lihat sendiri tadi dia sudah bisa tersenyum dan tidak ada lagi kerutan di kulitnya, suaranya juga sudah normal,”ungkap Agung.

Agung mengatakan pihaknya akan terus memberikan pelayanan maksimal kepada bayi malang itu demi kesembuhannya,”Untuk perbaikan gizi sudah kita capai, saat ini berat badannya sudah naik menjadi 5,57 kg,”ujanrya.

Sementara untuk mengatasi penyakit hidrosepalus yang menyerang Marysa, Agung mengatakan penanganan penyakit tersebut harus dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai. Sebab di Ambon belum ada dokter khusus yang menangani saraf.

“Kita sudah koordinasi dan di Ambon ini beluma da bedah saraf, jadi harus dirawat di center yang lebih memadai,”ujarnya.

Menurut Agung selama dirawat dirumah sakit Bhayangkara, Kapolda Maluku, Irjen Pol Andap Budhi Revianto ikut memantau kondisi kesehatan bocah tersebut. Kapolda bahkan meminta agar Marsya dapat dirawat dengan baik demi kesembuhannya.

“Bapak Kapolda begitu perhatian sekali sehingga meminta langsung agar pasien ditangani dengan baik,”ujarnya.

Dikunjungi Kapolda

Kondisi Marsya yang terbaring lesu di rumah sakit Bhayangkara Ambon ikut menggugah hati Kapolda Maluku, Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

Tepat dihari keempat, saat Marsya dirawat di rumah sakit Bhayangka Ambon, jenderal polisi dengan bintang dua di pundak ini langsung menyempatkan diri untuk menjenguk bocah malang tersebut pada Selasa sore.

Saat itu itu Kapolda yang didampingi sejumlah pejabat Polda Maluku ikut berbincang dan menanyakan kondisi sang bocah kepada nenek Solomina dan bibinya Dina yang saat itu sedang menjaga Marsya. Kapolda juga ikut mengusap kepala bocah tersebut dan mendoakannya agar segera sembuh.

“Gimana keadaanya sekarang nek, sudah agak membaik ya, moga cepat sembuh ya,”kata Andap.

Selain memberikan motifasi kepada pihak keluarga, Andap juga ikut memberikan bantuan uang tunai  kepada Nenek Solomina. Setelah itu, Andap kemudian menyalami keduanya dan meninggalkan ruangan tersebut.

“Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik, berat badannya juga sudah mulai naik, dan dia juga sudah bisa tersenyum,”kata Andap.

Berharap Sembuh

Kondisi Marsya belum juga membaik saat dirawat di RSUD Tiakur membuat bocah malang itu harus dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Ambon, pada Jumat (1/6/2018) pekan lalu. Di Rumah Sakit Bhayangkara, Marsya dirawat di ruang kembang lili yang merupakan ruangan VIV.

Keluarga pun berharap dengan penanganan yang jauh lebih baik, Marsya dapat  sembuh dan kembali pulang ke kampong halamannya.

“Kami berharap disini dia (Marsya) bisa sembuh, apalagi dokter dan suster yang menangani sangat baik sekali,”ujar Solomina.

Solomina menurutrkan selama empat hari berada rumah sakit Bhayangkara, cucunya itu  mendapat perhatian dan penanaganan yang snagat baik, tak hanya itu dia dan Dina keponakannya yang menjaga sang bocah juga ikut diperhatikan.

“Kami diberikan kamar yang bagus, juga diberikan makanan setiap hari, semuanya ditanggung polisi,”ujarnya.

Solomina mengaku, sebagai keluarga kurang mampu yang hidup pas-pasan dia sadar untuk membawa Marsya berobat ke rumah sakit sangat membutuhkan biaya yang besar,  karena itu dia sangat berterima kasih Polda Maluku mau memperhatikan dan membantu pengobatan  cucunya tersebut.

“Terima kasih Bapak Kapolda Maluku, tanpa bantuan bapak mungkin kita tidak akan berada disini,”ujarnya.

Solomina pun mendoakan agar kebaikan yang diberikan Kapolda Maluku dapat dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,”Saya tidak bisa membalas kebaikan ini, saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan yang membalas segala yang diberikan kepada kami,”ujar Solomina dengan nada bergetar. (SMK).

 

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top