MALUKU

Terpapar Sianida, Pemilik Rendaman di Gunung Botak Kejang-Jejang Lalu Pingsan

Salah seorang warga Kaiely dirawat intensif di RSUD Namlea lantaran diduga terpapar zat berbahaya saat bekerja di kawasan Gunung Botak, Minggu (3/6/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Seorang penambang ilegal di kawasan Gunung Botak bernama Haris Mopangga (40) dilarikan ke RSUD Namlea karena diduga keracunan sianida saat bekerja di kawasan Gunung Botak, Minggu (3/6/2018).

Sebelum dibawa ke rumah sakit oleh rekan-rekannya, Warga Desa Kaiely, Kecmaatan Teluk Kaiely ini sempat mengalami kejang-kejang dan langsung pingsan usai memperbaiki mesin Alkon penyedot Air yang sedang gangguan di Gunung Botak.

Sumber Serambi Maluku menyebutkan saat sedang memperbaiki mesin tersebut, tiba-tiba saja mesin itu langsung menyala dan menyemburkan air bekas limba yang diduga telah terkontaminasi zat sianida ke wajah korban.

“Saat itu korban sempat menbasuh wajah dengan air bersih, namun setelah itu dia langsung mengalami kejang-kejang dan pingsan,”kata salah satu sumber melalui telepon selulernya,”Minggu (3/6/2018).

Sumber itu menyebut, setelah kejadian itu korban yang sedang berada di lokasi rendaman miliknya itu langsung mengalami kebiruan di bagian wajahnya . Saat itu para penambang lain yang menyaksikan kejadian itu langsung berusaha menolong korban.

“Wajah korban saat itu langsung membiru akibat terena air rendaman tersebut, para penambang lain kemudian berusaha menolong korban,”kata sumber tersebut.

Sementara itu Ketua Parlemen Jalanan, Ucok Soamole mengatakan setelah korban kejang-kejang dan jatuh pingsan, sejumlah penambang illegal yang ada di lokasi tersebut langsung mengangkat korban dan membawanya ke desa Kaiely.

“Setelah itu korban langsung dibawa ke RSUD Namlea di Desa Lala untuk menjalani penanganan medis,”ujarnya.

Terkait kasus itu, Ucok mendesak pemerintah daerah Maluku dan pemerintah pusat agars egera menutup lokasi tambang gunung botak tersebut. Sebab kata dia aktivitas ilegal di kawasan Gunung Botak tidak hanya mengancam merusak lingkungan namun juga mengancam keselamatan warga di Pulau Buru.

“Kepada Bapak gubernur Maluku dan Bapak Presiden Joko Widodo kami warga Buru mengharapkan agar lokasi tambang Gunung Botak agar segera ditutup,”pintanya.

Dia mengaku kawasan Gunung Botak telah ditutup berulang kali, namun disaat yang sama, aktivitas illegal di kawasan itu masih terus berlangsung. Dia menilai ada pihak-pihak tertentu yangs engaja mendapat untung di kawasan itu.

“Kami menilai tidak ada keseriusan dari pemerintah dan pihak lain untuk menutup Gunung Botak, padahal dampaknya sudah sangat membahayakan,”ujarnya (SMK)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top