MALUKU

Tertibkan Sianida dan Mercuri, Kapolres Buru Dihadang Petambang Ilegal

Ratusan petambang ilegal menghadang upaya penertiban yang dilakukan aparat gabungan TNI Polri di jalur H kawasan Desa Wamsait, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Kamis (15/2/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Aksi penertiban ribuan penambang ilegal di kawasan Gunung Botak, Desa Wamsait, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Maluku berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi setelah aparat ratusan gabungan TNI dan polisi hendak memasuki jalur H kawasan Desa Wamsait untuk menertibkan peredaran sianida dan meruri di kawasan tersebut pada Kamis  (15/2/2018). Akibat insiden itu ratusan aparat gabungan tersebut membatakan niatnya untuk menyisir kawasan Gunung Botak.

Hingga Jumat, (16/2/2018) ruas jalan menuju kawasan Gunung Botak masih diblokade ratusan petambang ilegal tersebut.

Para petambang yang tidak terima ditertibkan ini mengamuk sambil menghadang aparat  dengan kayu dan senjata tajam berupa tombak dan parang. Mereka juga ikut memblokade akses jalan menuju kawasan Gunung Botak sebagai bentuk  protes terhadap langkah penertiban yang dilakukan.

Kapolres Buru, AKBP Aditya B Satrio mengatakan aksi penertiban itu berlangsung ricuh setelah ratusan petambang ilegal berusaha menghadang petugas dan memblokade akses jalan menuju Gunung Botak.

“Saya sempat dihadang  bersama Pak Dandim. Ada juga Anggota DPRD yang dikejar oleh petambang,”kata Aditya kepada waratwan di Kantornya, Jumat (16/2/2018).

Dia menjelaskan,  aksi penertiban yang dilakukan pihaknya itu untuk menertibkan peredaran penggunaan sianida dan mercuri yang ada di kawasan Gunung Botak. Dalam penertiban itu sebanyak 120 persone gabungan TNI Polri ikut dikerahkan.

“Penegakan hukum yang kita lakukan itu melibatkan sebanyak 120 personel. Tapi jumlah petambang juga sangat banyak, bahkan mungkin paling terbanyak selama aksi protes selama ini,”ujarnya.

Dia mengaku,  sejauh ini pihaknya bersama TNI dan pemerintah daerah sudah berulang kali melakukan sosialisasi kepada para petambang untuk tidak menggunakan sianida dan mercuri, namun faktanya ada saja peredaran zat berbahaya tersebut di lokasi tambang.

“Kalau sosialisasi kita sudah lakukan setiap saat. Minggu lalu kita juga sita 17 kilogram sianida, dan saat ini kita sedang memantau 300 kilogram sianida yangs esuai informasi sednag masuk di Buru,”paparnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah setempat telah menyiapkan maklumat kepada para petambang ilegal untuk segera angkat kaki dari kawasan Gunung Botak. Pihaknya juga akan terus melakukan penertiban jika aktivitas penambangan illegal masih terus berlangsung di kawasan itu.

“Kalau masih melawan langkah tegas akan kita tempuh. Intinya kita sudah siapkan maklumat dan tinggal diberikan saja,”ujarnya (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top