by

Tim Bareskrim Polri Segel Perusahan Tambang di Gunung Botak

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Tim dari Bareskrim Mabes Polri menyegel kantor dan menutup areal tambang milik perusahan PT PIP yang dijadikan lokasi pengolahan emas di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Penyegelan dan penutupan lahan seluas dua hektar di kawasan tersebut terkait adanya dugaan penggunaan bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh perusahan tersebut untuk mengelola material emas di kawasan itu.

Tim Bareskrim Polri yang ditugaskan untuk melakukan penyelidikan terkait masalah kerusakan lingkungan di kawasna Gunung Botak itu pun telah memasang polisi line di lokasi perusahan dan lahan pengolahan emas untuk kepentingan penyelidkan.

“Itu yang kami polisi line ada dua kolam, 3 kolam 4 kolam. Ada dugaan limba berbahaya yang sudah kita ambil sampelnya dan di uji di Jakarta. Ada kurang lebih 2 haktar itu di wilayah perkantoran PT PIP, kami kasih plang bahwa dia masih dalam penyelidikan,”ungkap Kasubdit II Tipiter Bareskrim Mabes Polri, Kombes Sulistiyono di ruang Humas Polda Maluku, Jumat (11/1/2019).

Dia menyebut, Selain PT PIP, tim dari Mabes Polri juga mengusut keterlibatan dua perusahan lain yakni PT BPS dan PT SSS. Sejauh untuk kasus pertambangan sejumlah pihak terus dimintai keterangannya, yakni 10 orang dari PT BPS, 2 dari BLH Kabupaten Buru dan empat orang lagi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku.

Dia pun memastikan aka nada sejumlah pihak yang bakal dijadikan sebagai tersangka.“Sudah pasti ada (penetapan tersangka), itu kalau kami yang urus lingkungan hidup itu ya pasti koorporasi atau perusahan yang bertanggung jawab,”ujarnya.

Sulistiono menambahkan phaknya sejauh ini pihaknya hanya ditugaskan untuk mengusut kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan di Gunung Botak. Semnetara untuk untuk penambang illegal tanpa izin menjadi kewenangan Polda Maluku.

“Tim yang dikirim kalau saya kan bicara masalah lingkungan hidup jadi disana diduga ada limbah B3 untuk mengeruk emas, itu dia (perusahan) mengolahnya mungkin ada sianida dan lain-lain, kalau kontribusi (perusahan) dia hanya mengumpulkan bahan baku untuk mengolah emas kalau dia memakai sianida dan lain-lain itu yang akan kita dalami,”ungkapnya. (SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI