by

Tim Ditreskrimum Polda Maluku Ringkus Pelaku Pembacokan Warga Tulehu

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Pelarian Sidik Tuasamu (19), pelaku pembacokan terhadap Hamzah Lestaluhu warga Desa Tulehu, Kecamatan Salahut, Kabupaten Maluku Tengah akhirnya berakhir.

Tim Subdit satu Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku yang dipimpin oleh Ipda Fahrul Sabban berhasil meringkus tersangka saat akan kabur menuju Dermaga Penyeberangan Waipirit, Senin (8/8/2018).

Tersangka yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh polisi ini berhasil ditangkap di kawasan Waipo, Kota Masohi saat bersama ayahnya didalam sebuah mobil Kijang Inova.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan selama dalam pelarian, tersangka sempat bersembunyi di Negeri Anggos, Negeri Haya dan di Dusun Misa, Kecamatan Tehoru.

“Tersangka ST ditangkap saat henadak kabur menuju Pelabuhan Waipirit, dia ditangkap saats edang bersama ayahnya. Tersangka ini telah menjadi DPO,”kata Ohoirat, Senin (8/8/2018).

Ohoirat mengatakan, anggota Ditreskrimum sifatnya hanya membantu proses penangkapan, karena kasus kekerasan yang dilakukan tersangka bersama seorang rekannya bernama Dandi Lestaluhu ditangani oleh jajaran Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, yakni Polsek Salahutu.

Ohoirat mengungkapkan kasus penganiayaan tersebut terjadi di Dusun Mamokeng, Desa Tulehu, pada 15 Juni 2018 lalu, tepat pada malam Idul Fitri. Berawal saat korban Hamzah Lesataluhu sedang duduk di kuburan, tersangka langsung datang membacok korban hingga bersimbah darah.

Dalam kasus ini, Dandi Lestaluhu juga ikut terlibat menganiaya korban dan saat ini masih dalam pengejaran polisi. Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka robek di tangan dan kepala. Usai membacok dan menganiaya Sidik bersama Dandy kemudian kabur.

“Motifnya pembacokan karena Dandy membalas dendam terhadap korban, yang sebelumnya melemparinya di kawasan Mamokeng. Dandy memberitahukan
kejadian itu ke Sidik, keduanya langsung mencari korban dan bertemu korban di kawasan Mamokeng,”terang Ohoirat.

Menurut Ohoirat saat menemui korban, tanpa bicara panjang lebar, tersangka langsung menyerang dan membacok korban.“Kalau Dandi masih kami kejar,” tandasnya.

Atas perbuatan tersebut, Sidik Tuasamu dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 ke-1 e dana tau Pasal 351 ayat 1, dengan ancaman hukuman tujuah tahun penjara.

Roem menambahkan, soal dugaan keterlibatan Ismail Tuasamu, ayah tersangka saat penangkapan di mobil masih dalam proses penyelidkan, namun diduga kuat ayah tersangka ikut berperan menyembunyikan anaknya.

“Selain menyita dua handphone, polisi juga menyita mobil digunakan ayah untuk membawa kabur tersangka,” tutup Roem. (SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI