by

TNI Polri Dikerahkan Redam Bentrok Massa di Lapangan Merdeka

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Bentrokan antar-massa pendukung sejumlah partai politik pecah di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (7/2/2019).

Bentrokan terjadi setelah sejumlah kelompok massa yang tidak puas dengan hasil pemilu mendatangi sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapangan Merdeka saat sedang berlangsungnya pencoblosan suara.

Ratusan massa yang datang awalnya menyampaikan aspirasinya secara tertib, namun tiba-tiba mereka berubah anarakis dan menyerang sejumlah warga yang sedang mencoblos di TPS tersebut. Dalam aksi itu, massa juga ikut merusak TPS dan membawa kabur kotak suara.

Untuk mencegah bentrokan tidak meluas, puluhan personel Dalmas Polda Maluku langsung dikerahkan ke lokasi kejadian, namun jumlah massa yang sangat banyak membuat polisi kewalahan untuk menangani bentrokan tersebut.

Disaat yang sama, kelompok massa lainnya yang tidak puas dengan hasil pemilu kembali menggelar aksi protes di Lapnagan Merdeka hingga kedua massa saling berhadap-hadapan dan terjadilah bentroakan. Dalam bentrokan itu, kedua kelompkm massa saling serang dengan batu dan kayu. Bentrok pun meluas dan terjadi pembakaran dimana-mana.

Saat itu, ratusan personel Brimbon Polda Maluku bersama aparat TNI dari Kodam Pattimura langsung dikerahkan untuk meredam bentroakn tersebut. Namun hujan batu dan saling baku hantam tak dapat dihindarkan. Massa bahkan terlibat bentrokan dengan aparat yang bertugas.

Saat itu, aparat kemudian menembakan gas air mata dan meriam air dan berusaha menghalau massa yang bertikai hingga akhirnya mampu mengendalikan situasi.

Dalam bentrokan tersebut, sebanyak 65 warga dilaporkan menderita luka-luka dan sebanyak 15 orang diantaranya terluka parah. Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan tewas. Aparat kemudian mengevakuasi para korban luka-luka dengan mobil ambulance dan membawa mereka ke sejumlah rumah sakit.

Setelah kondisi berangsur pulih, aparat gabungan kemudian mengumpulkan kedua kelompok massa yang bertikai untuk melakukan mediasi. Usaha aparat pun berhasil dilakukan, kedua kelompok massay yang saling bertikai dapat berdamai.

Itulah gambaran simulai dalam apel penanganan  pemilu 2019 yang digelar Kodam XVI Pattimura di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis pagi tadi.

Simulasi pengamanan pemilu 2019 yang digelar itu melibatkan sebanyak 3.200 personel gabungan TNI POlri dari Kodam XVI Pattimura dan Polda Maluku.

Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq usai simulasi itu mengatakan kegiatan tersbeut sengaja digelar untuk untuk mengantisipasi adanya kemungkinan gangguan keamanan saat berlangsungnya pemilu 2019 mendatang.

“Agar saat pelaksanaannya nanti kalau terjadi apa-apa kita tidak grogi lagi,”ungkapnya kepada waratwan di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (7/2/2019).

Dia mengatakan apel pengamanan dan simulai yang melibatkan 3.200 personel TNI Polri ini dilakukan untuk melatih setiap anggota agar dapat mengambil tindakan yang tepat dan terukur  manakala terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pemilu berlangsung.

“Sekali lagi ini adalah satu tindakan yang betul-betul kalau terjadi tapi kita harapkan jangan sampai terjadi. Jadi ini untuk melatih mekanisme penindakan setiap aparat di lapangan,”ujarnya.

Selain dihadiri Pangdam Pattimura, kegiatan tersebut juga ikut dihadiri Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa bersama sejumlah pejabat Polda Maluku, Kasdam Pattimura dan seluruh pejabat Kodam Pattimura. (SMJ)

 

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI