by

Umar Kei: Jokowi Tidak Peduli Dengan Maluku, Ayo Pilih Prabowo

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei mengungkapkan Presiden Joko Widodo tidak memiliki kontribusi untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Maluku.

Karena itu menurut Umar, pada pemilu Presiden 2019 mendatang, masyarakat Maluku harus cerdas dalam menentukan pemimpin yang dapat memperhatikan kepentingan masyarakat di daerah seribu pulau ini.

Pernyataan Umar Kei ini disampaikan kepada waratwan saat menghadiri pelantikan Bupati dan wakil Bupati Maluku Tenggara dan Wali Kota dan Wakil Wali kota Tual, di kantor Gubernur Maluku, pada rabu (31/10/2018).

“Presiden Jokowi tidak pernah berkontribusi untuk membesarkan Maluku. Jokowi tidak peduli dengan Maluku, ayo pilih Prabowo,”kata Umar.

Umar berpendapat salah satu alasan mengapa Jokowi tidak memperhatikan kepentingan masyarakat Maluku yakni selama kepemimpinannya, tidak ada satupun putra-putri terbaik Maluku yang dipercayakan untuk menduduki jabatan menteri di cabinet Indonesia kerja.

“Kita lihat Jokowi selama periode pertamanya menjadi presiden Indonesia, apa yang telah dia berikan kepada Maluku. Toh, tidak ada menteri yang diambil dari Maluku, pada saat pemerintahannya, mengepa harus kita dukung kembali Jokowi, kan tidak mungkin,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Umar Kei juga mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi yang tidak mampu mengsejahterakan masyarakat Maluku. Dia pun meyakini jika  Maluku tidak akan mungkin bisa keluar dari zona merah kemiskinan jika Indonesia masih dipimpin Jokowi.

“Saya berharap kepada seluruh Masyarakat Maluku, mari kita semua dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 , agar kita keluar dari kemiskinan. Maluku sangat kaya dengan hasil alam, maka diperlukan Presiden yang mampu memperhatikan Maluku,” jelasnya.

Dia menambahkan  selama masyarakat Maluku masih tetap memilih Jokowi untuk memimpin indonesia, maka selama itu pula Maluku akan tetap miskin, dan rakyat Maluku akan tetap menjadi pengangguran di negara ini.

Dia menilai, kelemahan orang Maluku hanyalah tidak ada persatuan untuk menentukan pilihan agar menjadi posisi tawar bagi Maluku. “Kita tidak bersatu, makanya kita salah pilih, dan provinsi kita selalu menjadi provinsi yang dibilang miskin,” jelasnya.

“Saya mau bilang, bahwa Papua pintar dari orang Maluku,  sebab mereka bisa jadi daerah otonom, dan  dan Aceh  yang hanya bermodus agama saja mereka juga bisa jadi otonom. Itu semua karena mereka bersatu, tidak seperti Maluku,” tambahnya. (SMJ)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI