AMBOINA

Unjuk Rasa HMI Berakhir Ricuh, Satu Pendemo Ditangkap Polisi

Puluhan aktivis HMI Cabang Ambon terlibat kericuhan dengan polisi di depan Kantor Bank Maluku, Jumat (25/5/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Aksi solidaritas puluhan aktivis HMI Cabang Ambon terkait insiden demo memperingati 20 tahun Reformasi di depan Istana Negara pekan lalu berakhir ricuh di Jalan Pattimura Ambon, Jumat (25/5/2018).

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir ricuh setelah puluhan aktivis HMI melakukan longmarch menuju markas Polda Maluku di kawasan Batu Gajah Ambon, namun upaya mereka menyampaikan aspirasinya di markas Polda Maluku itu tidak kesampaian setelah mereka dihalangi puluhan anggota polisi tepat di perempatan Bank Maluku.

Polisi sendiri telah memperingatkan para pendemo untuk tidak berdemo di Kantor Polda Maluku sejak para mahasiswa ini melintas di depan Gereja Maranatha Ambon, saat itu polisi yang telah siap siaga langsung mencoba menghalangi para pendemo.

Namun puluhan aktivis HMI ini tetap pada penderiannya, mereka kemudian saling berangkulan san kemudian melangkah menuju kantor Polda Maluku, sambil menyampaikan orasi sepanjang perjalanan. Saat itu polisi yang mulai emosi lantas terlibat adu mulut dengan para pendemo hingga terjadilah kericuhan itu.

Dalam kericuhan itu, salah seornag pendemo, Halek Lapalelo yang juga Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Ambon langsung diamankan polisi. Penangkapan Lapalelo membuat para pendemo langsung bereaksi sehingga kericuhan pun tidak dapat dihindari.

Saat itu Lapalelo langsung dimasukan ke dalam mobil polisi, melihat rekannya ditangkap, Koordinator aksi, Mizwar Tomagola langsung melompat dan berdiri bagian depan mobil yang hendak membawa rekannya itu.

Namun upayanya untuk menghentikan polisi membawa Lapalelo tidaklah berhasil, Mizwar malah diturunkan secara paksa dari atas mobil.

Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Ikbal Souwakil mengatakan, aksi represif polisi itu seharusnya tidak perlu terjadi karena aksi yang dilakukan pihaknya berlangsung secara damai.

“Selaku Ketua Umum saya menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang menghalangi kami untuk menyampaikan aspirasi di Kantor Polda Maluku. Saya kira penyampaian aspirasi di depan umum itu telah dijamin dalam undang-undang,”ungkapnya.

Dia mengatakan tidak ada  anggotanya yang mengalami luka-luka dalam insiden kericuhan itu, namun demikian dia mengaku tindakan kasar yang ditunjukan aparat kepolisian sangat bertentangan dengan slogan mereka sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Dia juga mengaku angotanya yang sempat ditangkap akhirnya dikembalikan setelah pihaknya bernegosiasi dengan aparat kepolisian.

“Anggota saya telah dilepaskan. Sekali lagi kami mengecam cara-cara kekerasan yang dilakukan polisi dalam menghadapi aksi unjuk rasa,”tegasnya.

Aparat kepolisian sendiri berdalih mereka tidak mengizinkan para pendemo menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Polda Maluku, karena Kapolda saat itu tidak berada ditempat. Selain itu mengingat jajaran Polda Maluku sedang dalam status siaga satu maka pengamanan ketat terpaksa diberlakukan termasuk melarang aksi demo di depan Kantor Polda Maluku. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top