by

Usai Sidang Putusan, Dua kelompok Massa Baku Hantam di Pengadilan Ambon

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Dua kelompom massa yang menghadiri sidang putusan perkara penganiayaan terlibat kericuhan di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (10/1/2019).

Kericuhan terjadi usai jalannya sidang putusan perkara penganiayaan atas terdakwa Raja Leinitu, Kecamatan Nusa Laut, Kabupaten Maluku Tengah, Decky Tanasale.

Terdakwa Decky Tanasale divonis 1 bulan 8 hari oleh Majelis Hakim PN Ambon yang diketuai Hakim Syamsudin. Sidang yang dihadiri massa pendukung terdakwa dan juga korban itu mulai memanas saat terdakwa dan korban meninggalkan ruang sidang.

Saat itu seorang yang diduga anak korban korban tiba-tiba melayangkan pukulan ke wajah salah seorang kerabat terdakwa yang saat itu menggenakan kaos kerak dengan motif garis-garis berwarna kuning muda hingga berdarah pada bagian bibirnya.

Sontak, salah seorang massa pendukung terdakwa yang mengenakan kaos abu-abu dengan tulisan “Nike” langsung membalas dengan melayangkan bogem mentah ke wajah lelaki berkaos hitam tersebut. Keributan pun langsung pecah, dan seketika suasana di halaman kantor PN Ambon menjadi tegang.

Beruntung Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian langsung berusaha melerai kedua kelompk massa dan segera menenangkan suasana.
Pantauan di lapangan, meski aparat terus berusaha mendamaikan kedua massa, namun perang mulut diantara mereka terus terjadi. Bahkan salah satu massa terlihat menunggu di trotoar depan kantor pengadilan dengan penuh emosi.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, polisi kemudian membawa salah seorang pria ke kantor Polsek Sirimau yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian.

Terkait insiden itu, Humas Pengadilan Negeri Ambon, Herry Setiabudi mengaku tidak tahu menahu apa penyebab kericuhan tersebut sebab kata dia kejadian itu terjadi diluar ruang sidang setelah pembacaan vonis hakim berlangsung.

“Diluar kompetensi kita karena diluar ruang sidang,”kata Setiabudi. (SMK)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI