AMBOINA

Wali Kota: Ambon Sangat Kuat Dengan Karakter Musik

Wali Kota Ambon, Richard Lohenapessy

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Wali Kota Ambon, Rchard Louhenapessy mengungkapkan Pemerintah Kota Ambon akan lebih fokus untuk mengembangkan wisata budaya, salah satunya adalah musik.

Hal tersbeut disampaikan Louhenapessy usai acara jamuan makan malam dengan rombongan press gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen dan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, Jumat (16/3/2018) di rumah dinasnya.

“Saat ini Ambon juga terus mengembangkan wisata budaya. Salahsatunya upaya menjadikan kota ini sebagai kota musik dunia. Ambon ini sangat kental dengan musik tradisional maupun musik modern,” ujarnya.

Kota Ambon kata dia, sangat kuat dengan karakter musik. Bahkan ia sempat berkelakar, kalau di kota lain bayi lahir ditepuk pinggulnya akan menangis, maka di Ambon bayi lahir saat ditepuk pinggulnya langsung menyanyi.

“Jadi uniknya begitu, bayi disini kalau lahir ditepuk pinggulnya langsung nyanyi lho,” candanya,
yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa para wartawan serta tamu undangan lainnya.

Dengan perumpaan seperti itu lanjutnya, sudah saatnyalah Kota Ambon menjadi ‘City of Music’.
Dalam upaya mewujudkan cita-cita masyarakat Ambon itu, pemerintah Kota Ambon pun saat ini terus berbenah.

“Kita terus mulai berbenah dalam mempersiapkan semua itu. Memang banyak kekurangan kita misalnya soal anggaran itu masih sangat minim. Tapi saya yakin semua bisa terwujud,” paparnya.

Tahun 2019 mendatang ujarnya lagi, pihaknya mentargetkan bahwa Unesco akan segera mengakui Ambon City of Music.

“Secara bertahap pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah menuju ke arah sana. Sebanyak 25 rencana aksi telah disusun. Tahun 2019 kami akan submit ke Unesco,” ujarnya.

Bahkan katanya lagi, pihaknya sudah bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menggelar festival musik terbesar pada Hari Musik Nasional dengan tema Menghadapi Persaingan Ekonomi dan Industri Kreatif Asia.

Upaya menjadikan Ambon sebagai City of Music menurut dia awalnya diprakarsai oleh Pemkot Ambon pada 2011. Namun, karena keterbatasan anggaran, program tersebut kurang berjalan maksimal. Yang pada akhirnya, sekitar tahun 2016 Bekraf pun memberikan support untuk mewujudkan Ambon sebagai City of Music sesuai standar Unesco.

“Karena negara lain yang juga sudah lebih dulu mencanangkan sebagai City of Music itu ada Liverpool, Colombia, dan Jamaica. Jadi kalau Ambon bisa diakui, ini merupakan kota yang ke 18,” tandasnya.

Menurut dia, akan ada sejumlah keuntungan yang diperoleh jika ini bisa direalisasikan. Pertama, Indonesia akan masuk dalam jaringan industri kreatif internasional. Selanjutnya, Ambon akan terekspos terutama dari sisi pariwisata dan budaya.

“Untuk itulah, kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Ambon, sangat-sangat berterimakasih kepada pihak Humas DPR dan teman-teman wartawan parlemen, yang hari ini memulai kegiatan Press gathering di Ambon,” tandasnya.

“Jadi dengan kehadiran teman-teman media, saya berharap, bisa menyebarluaskan rencana besar kami itu,” timpalnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI yang juga berasal dari Ambon, Michael Watimina mengaku sangat bangga jika Ambon sebagai City of Music bisa mendapat pengakuan dunia internasional, dalam hal ini Unesco.

Menurut dia, hal ini bukan berarti menafikan keberadaan kota-kota lain yang telah melahirkan musisi-musisi andal. Dia mengakui masih banyak pekerjaan rumah untuk membenahi industri musik di Tanah Air.

“Perlu diingat, Ambon juga merupakan kota cikal bakal berdirinya NKRI, namun faktanya kota ini masih sangat jauh tertinggal dengan kota lain. Dengan adanya pengakuan Unesco sebagai Kota Musik Dunia, kami berharap, Ambon akan sejajar dengan daerah lain,” pungkasnya. (GOR)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top