KRIMINAL

Warga Batu Meja Diperas PSK Usai Kencan, Saat Melawan Diteriaki Maling

Suasana panik terlihat di Jalan Sam Ratulangi saat sejumlah warga mengejar Julius yang dikira sebagai pelaku pencuri di kawasan tersebut, Jumat (23/3/2018
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Bagi para pria hidung belang yang biasa jajan ‘diluar’ sebaiknya lebih hati-hati lagi, pasalnya aksi pengancaman disertai pemerasan bisa saja terjadi pada diri anda.

Seperti yang dialami Julius Muskita, warga Batu Mejah, Kecamatan Sirimau Ambon di sebuah penginapan di Jalan Yos Sudarso Ambon tepatnya di belakang Ambon Plaza, Jumat (23/3/2018).

Niatnya ingin hapy hapy, buruh bangunan ini malah ketiban sial setelah PSK yang dikencaninya menodongkan pisau dan memerasnya di kamar penginapan.

Sempat terjadi cekcok di kamar penginapan akibat masalah harga, dua PSK itu kemudian meneriaki buruh bangunan itu sebagai maling. Spontan saja warga yang mendengar teriakan itu langsung mengejar, Julius hingga lari pontang panting.

“Beta (saya) tidak mencopet. Tapi beta yang diperas oleh dua orang wanita. Mereka mau ambil beta pung (punya) dompet,” ngaku korban yang tampak menangis dihadapan Kapolsek KPYS, AKP. Roni Manawan.

Korban mengungkapkan, peristiwa itu berawal ketika dirinya bertemu dengan seorang wanita yang tidak dikenalinya. Dari pertemuan itu, Julius kemudian ditawari untuk indehoy di penginapan.

Saat itu, Julius lalu terlibat tawar menawar harga dengan wanita yang tidak dikenalinya itu. Mulanya si wanita mematok harga Rp 250 shortime untuk sekali main, namun Julius melakukan penawaran hingga keduanya sepakat dengan harga 150 untuk sekali main.

“Mereka hanya bilang 250. Saya kira Rp 250 ribu. Saya tawar menjadi 150. Saya hanya pakai 1 tapi yang masuk 2 (wanita). Satunya kecil tidak putih, dan satunya lagi mama gemuk. Tidak tahu nama penginapan itu, tapi letaknya di belakang Amplas,” jelasnya menggunakan dialek Ambon dihadapan polisi.

Setelah puas melampiaskan hasratnya kepada wanita kecil berkulit sawo matang itu, korban lalu memberikan uang sebesar Rp 150 ribu. Namun kedua wanita misterius itu meminta jatah Rp 1,5 juta, sesuai perjanjian.

Korban yang merasa heran lalu terlibat adu dengan kedua wanita tersebut. Menurut Julius, saat itu, kedua wanita itu langsung mengeluarkan pisau dan menodongkannya ke arahnya.

Karena merasa tak aman, dia lalu memberikan uang senilai 400 ribu kepada kedua wanita penghibur itu.

“Beta lia dong kas kaluar pisau. Makanya beta takut dan memberikan uang Rp 400 ribu. Mereka minta tamba dan beta ambil uang di ATM. Ambil Rp 1 juta, mereka minta tambah lagi Rp 2 juta. Setelah diambil, mereka hanya memberikan uang Rp 100 ribu saja,” ungkapnya.

Menurut Julius, karena tidak terima kedua wanita ini pun hendak merampas dompet dari dalam saku celana celananya. Saat itulah sempat terjadi tarik menarik hingga kedua wanita itu langsung berteriak maling.

“Beta tiba tiba dikejar massa. Seng (tidak) ada waktu untuk menjelaskan. Beta lari selamatkan diri,” kisah Julius.

Kepala Polsek KPYS saat itu meminta korban untuk bersama pihaknya mencari kedua wanita tersebut. Namun korban menolak, karena takut ketahuan keluarga.

“Jang lai pak. Nanti beta keluarga lihat. Beta pulang jua. Jang biking laporan lai,” tandasnya.

Kapolsek KPYS AKP. Roni Manawan, belum dapat memberikan keterangan. Sebab, kasusnya belum jelas. Namun jika korban ingin buat laporan polisi, pihaknya akan mengantar yang bersangkutan ke Polsek Sirimau.

“Untuk sementara, tim sedang menuju TKP. Nanti kalau sudah dapat kedua wanita itu, saya beritahukan,” tandasnya. (SMJ/Katim).

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top